Untuk yang suka menjelekkan orang lain

Jumat, Juli 24th, 2015
152 views 0 Comments

kali ini saya ingin mencatat sedikit catatan perumpamaan tentang sesuatu yang berhubungan dengan orang yang suka menjelekkan orang lain atau sesamanya.

yah, dalam hidup ini, tidak semua tapi ada lah orang-orang disekitar kita atau bahkan kita sendiri yang suka menjelekkan orang lain atau orang-orang disekitar kita, oleh karena itu di bawah ini ada perumpaan yang dapat digunakan untuk membuat orang yang suka menjelekkan orang lain itu sadar kalau apa yang ia lakukan itu
tidak benar.

yah, ini bukan cacian atau makian, ini hanya teguran halus agar orang tersebut dapat langsung mengerti bahwa apa yang ia lakukan itu tidak benar.

yah, perumpamaannya itu seperti ini.

Jika suatu saat anda berjalan dan bertemu dengan orang yang suka menjelekkan orang lain, maka di bawah ini adalah pertanyaan yang perlu anda ajukan kepada orang tersebut.

Anggap saja dia adalah teman kita, jadi kita memanggil dia dengan sebutan teman. yah, katakan saja seperti itu.

langsung aja ke pertanyaannya, pertanyaannya itu seperti ini

teman, saya ingin bertanya kepada anda. Anggap saja teman adalah seorang tukang batu atau seorang pelukis. yah, anggap saja teman adalah seorang pelukis, pelukis ternama yang lukisannya menurut teman sendiri adalah lukisan terbagus.

teman membuat lukisan tersebut dengan susah payah, hingga akhirnya jadilah lukisan terbaik yang menurut teman itu adalah lukisan yang paling bagus diantara lukisa-lukisan yang lainnya. yah, anggap saja seperti itu.

suatu saat, lukisan tersebut teman pamerkan ke hadapan orang banyak dalam sebuah pameran dan ditempatkan di sebuah tempat yang khusus, dimana hanya lukisan terhebatlah yang boleh di letakkan disitu ( itu menurut teman ).

setelah itu, dari kejauhan teman melihat lukisan tersebut, karena menurut teman lukisan tersebut sangatlah bagus. yah, anggap saja seperti itu dan teman sendiri bangga dengan lukisan tersebut.

beberapa saat kemudian, ada beberapa orang yang berjalan lewat lukisan teman, melihatnya dan menilainya.

hingga akhirnya, ada seseorang dari beberapa orang tersebut mengatakan dengan sedikit keras kepada teman-temannya bahwa lukisan itu sangatlah jelek atau buruk, tidak baik dan serba jeleklah. yah, seseorang itu menceritakan jeleknya lukisan teman kepada orang-orang disekitarnya, sehingga itu memangcing mereka untuk menertawakan lukisan teman. yah, mereka menertawakan lukisan yang teman pamerkan itu dan teman mendengar dan melihatnya secara langsung.

sekarang bagaimana perasaan teman, kalau lukisan teman sendiri di jelekkan oleh seseorang kepada seorang yang lainnya di depan teman sendiri, sendangkan teman tahu, bahwa orang tersebut juga akan memesan lukisan dari teman?

sekarang bagaimana perasaan teman terhadap hal tersebut?

yah, pertanyaan dari perumpamaan tersebut adalah seperti itu.

setelah mendapatkan jawabanya, maka disitulah anda dapat mengatakan seperti ini.

“maka seperti itulah sekarang perasaan Tuhan kepada anda yang telah mengatakan hal tersebut kepada ciptaan-NYA”.

ok. sekian dan salam buat perumpamaan hari ini.