Kehidupan Setelah Ini

Kamis, Juli 30th, 2015
203 views 0 Comments

Kali ini saya ingin mencatat tentang sebuah kehidupan setelah kehidupan ini, dimana catatan ini adalah sebuah catatan biasa yang hanya ingin untuk ditulis, sebagaimana ini adalah catatan kehidupan yang pernah terjadi.

yah, mungkin seperti itu.

Jakarta, 30 Juli 2015. Catatan Sore hari

Sore ini saya duduk di depan kamar kost saya, sama seperti biasa, aktifitas yang sering saya lakukan ini tidak lain adalah hanya untuk merasakan angin sore yang lumayan kencang, melihat mondar-mandirnya pesawat terbang dan menunggu roket yang lewat diatas langit yang tinggi dengan memebentuk jalan awan (Istilah dari saya ). yah, mungkin itu yang sering saya lakukan.

tapi ini sedikit berbeda, karena tadi saya sempat duduk beberapa menit, menatap sebuah pesawat di ketinggian yang saya tidak tahu, ketinggiannya berapa kaki dari permukaan laut. yah, setelah pesawat tersebut hilang dari pandangan saya, saya melihat hanya ada 1 bintang yang sudah bersinar terang.

yah, hanya ada satu ( karena suasana langit masih sedikit terang ).

setelah itu, saya membayangkan sedikit tentang kehidupan setelah kehidupan ini ( yah, hanya sedikit ).

inilah yang saya bayangkan.

Saya tadi sempat berpikir bahwa sebenarnya ada kehidupan lain selain dari kehidupan yang kita miliki sekarang ini, karena tidak mungkin saja, ada bintang yang diciptakan kalau tidak memiliki tujuan ( setiap yang diciptakan pasti punya tujuan; itu menurut saya ).

yah, pasti ada kehidupan di sana, entah itu mereka dengan nama Manusia atau nama yang lainnya.

setelah saya berpikir seperti itu, saya juga sempat berpikir kalau suatu saat nanti ketika kita telah meninggal, tubuh kita akan di tanam di bumi ini, sebagai tanda kalau kita tidak akan bisa ke sini lagi, artinya jiwa kita akan dikirim ke bintang di mana itu adalah dunia yang belum pernah kita datangi.

yah, jiwa kita akan ke sana, kemudian masuk ke dalam kandungan atau istilah di dunia sana kemudian kita lahir kembali dengan sifat yang baru, dimana seluruh memori ingatan kita sudah di format ( istilahnya seperti itu ), sehingga kita tidak akan bisa mengingat siapa diri kita sebelumnya.

yah, itu menurut saya dan apa yang sempat saya pikirkan tadi. semua masih tanda tanya (?), kita tidak akan pernah tahu, karena semua itu adalah rahasia besar SANG PENCIPTA. yah, hanya PENCIPTA yang tahu semuanya itu.

yah, mungkin seperti itu.

karena kalau di bayangkan, Alam semesta di luar kita ini sangat luas, kita dibatasi untuk mengaksesnya, sehingga diberikan semacam ruang hampa, dimana kita tidak bisa keluar dari tempat dimana kita berdiri, karena di tempat kita berdiri ada yang namanya Oksigen, dan kita membutuhkan itu.

begitu juga dengan dunia yang berada diluar sana, mereka tidak bisa keluar, karena mereka juga dibatasi. mungkin dengan Oksigen juga atau ada nama lain selain Oksigen itu sendiri.

yah, mungkin seperti itu (mungkin saja).

itulah yang saya pikirkan untuk hari ini, dan saya pernah punya catatan sebelumnya tentang ini ( mungkin saya sudah mencatatnya atau belum, saya tidak tahu, saya tidak mengingatnya lagi ), akan tetapi saya ingin menceritakan kembali tentang catatan sebelumnya.

di catatan sebelumnya atau ini yang pernah juga muncul dalam pikiran saya adalah sebagai berikut:

saya pernah berpikir bahwa suatu saat nanti kita akan bersatu karena kita memiliki bumi yang sama, akan ada hubungan antara planet-planet yang lain, yang saling bersaing dengan teknologinya masing-masing.

yah, sama seperti awal bumi ini di jadikan, kita hanya sendiri, setelah itu kita mengenal istilah berkelompok, karena kita tahu bahwa ada kelompok lain diluar sana.

setelah berkelompok, karena rasa penasaran, mereka berusaha untuk menyebrang lautan dari satu pulau ke pulau yang lain. ( kalau sekarang ini, kita lagi berusaha untuk menyebrang dari satu planet ke planet lain ), setelah itu berhasil. yah berhasil.

akhirnya mereka membentuk yang namanya negara hingga benua.

dari Dusun yang kecil, bergabung menjadi sebuah RT, dari RT bergabung menjadi sebuah RW. dari RW bergabung menjadi Sebuah Desa, Dari Desa bergabung menjadi sebuah Kecamatan, dari Kecamatan, bergabung menjadi sebuah kabupaten, dari Kabupaten bergabung menjadi sebuah Propinsi. Dari propinsi, bergabung menjadi sebuah Negara. dan dari Negara, bergabung menjadi sebuah BENUA dan dari BENUA, bergabung menjadi 1 BUMI ( Kita satu dalam 1 bumi ).

yah, hingga akhirnya dari Bumi ( Planet ), bergabung menjadi Tata Surya dan berlanjut hingga terus menerus saling bersaing sampai semuanya berakhir ( kalau yang namanya akhir itu benar-benar ada ).

suatu saat nanti orang tidak akan memikirkan yang namanya keuntungan, apabila mereka tahu bahwa tempat dimana mereka berdiri adalah tempat yang akan dihancurkan oleh sesuatu dari tempat yang lain ( Pembahasan “Pernah di Bahas Oleh – Cerita-Cerita Doang”: Titus Sutio Fanpula Dan Albert Ensen )

yah, mereka akan bersatu dan membangun sebuah kekuatan untuk bersaing dengan tempat ( Planet Lain ) yang telah membahayakan Tempat mereka.

Mungkin seperti itu catatan singkat untuk hari ini, sebagaimana ini adalah catatan yang pernah saja terjadi dalam hidup dan kehidupan saya. sekian dan salam