Comments

Antara Mujizat atau Anugerah

Kali ini aku menulis tentang sebuah catatan kehidupan yang terjadi dalam kehidupan ini, yaitu Antara Mujizat atau Anugerah, itulah yang ingin aku tulis hari Ini. Mungkin cacatan ini tidak terlalu penting, tapi penting dan tidaknya itu bukanlah hal terpenting, intinya ialah aku ingin menulis semua yang terjadi dalam kehidupanku, agar dapat kubaca kembali dan mungkin tersenyum atau tertawa di lain waktu yang akan datang.

Antara Mujizat atau Anugerah – Jakarta, 20 Juni 2017

Hari ini adalah hari dari ke belasan hari terakhir dimana kesempatan untuk uji program skripsi diperiksa kembali, karena dibeberapa hari yang lalu, setelah melakukan pengujian pada program, karena ada yang diburu tapi belum didapatkan, akhirnya dikasih waktu untuk memperbaikinya terlebih dahulu.

Dikatakan lucu, mungkin itulah yang memang harus, tapi aku telah berusaha, itulah yang dapat aku katakan saat itu, sekarang tinggal lebih kearah berusaha lagi dalam menyelesaikan program skripsi ini.

Karena sekarang adalah semester akhir, walaupun akhirnya di 10, sekarang bukan hanya laporan skripsi saja yang jadi permasalahan, tapi ada 2 mata kuliah nih yang masih belum terselesaikan. Yah, semuanya sama-sama perhitungan, dan aku sangat bodoh kalau soal hitung menghitung.

Kelemahan terbesar aku ialah kesombongan, kalau mau dibilang, aku waktu SMP itu pintar matematika, tapi karena aku sombong, semejak SMA aku benar-benar bodoh soal matematika, dan itulah pengalamanku tentang kesombongan yang dapat mengakibatkan sesuatu yang terkadang dapat bertentangan dan apa yang kita sombongkan.

Sekarang program skripsi sementara dikerjakan, artinya masih ada harapan untuk selesai, dan harapannya itu masih sekitar 98%, artinya hanya 2% untuk program skripsi, kalau untuk laporan, mungkin ini bergantung pada program skripsi, dan aku hanya bisa berpikiran positif aja,

“Semua pasti dapat terselesaikan”.

Ada 1 hal yang menjadi permasalahan saat ini, yaitu kedua mata kuliah ini, aku tidak tahu apa yang dapat aku hasilkan, tapi yang jelas, saat ini mujizat yang mungkin dapat terjadi agar aku dapat menyelesaikan perkuliahanku selama ini, selama hampir 5 tahun.

Nilai dari kedua mata kuliah ini sangat-sangat berpengaruh dan menentukan apakah aku boleh melanjutkan ke sidang akhir skripsi atau tidak, itu sangat berpengaruh. Jujur, saat ini aku ingin berdoa dan memohon kepada Tuhan ku, tapi aku juga masih berpikir bahwa:

“Aku tidak pantas untuk melakukannya dan aku terlalu egois jika sampai melakukannya”.

Satu yang aku ketahui saat ini ialah:

“Tuhan ku tahu semua tentangku, semua yang terbaik ia telah siapkan untukku, walaupun aku ini orang yang sangat berdosa, karena aku orang munafik, aku seorang pembohong dan penipu, aku seorang yang tidak tahu diri dan itulah yang aku ketahui tentangku. Semua keburukan ada padaku, dan itulah aku. Tapi satu hal yang tidak terlepas dari itu yang aku ketahui ialah aku tetap Percaya kepada Tuhan Ku, IA yang telah menjadikanku ada dan memberikan semua kisah dan kesempatan ini kepadaku dan aku tahu bahwa IA tahu yang terbaik untukku, dan IA akan memberikannya kepadaku, jauh sebelum aku meminta kepada-NYA”.

Itu yang aku ketahui saat ini, itulah sebabnya aku menulis artikel ini, yaitu “Antara Mujizat atau Anugerah“.

Beberapa hari yang lalu, aku mencoba untuk mengakses situs web yang disediakan oleh pihak Universitas untuk mengetahui nilaiku seperti apa yang tercatat disana, dan akhirnya aku mendapatkan sesuatu yang benar-benar harus mujizat yang terjadi saat ini agar aku dapat melanjutkan sidang akhir skripsi. Yah, aku mendapatkan nilai yang sangat memuaskan.

Itulah nilai terbaikku saat ini dan seperti itulah kehidupanku. Semoga aku tidak lupa catatan ini kalau sudah Tua nanti, biar aku bisa tertawa sendiri liat nih nilai. hahaha, emang lucu sih, kisah hidupku. šŸ™‚

Tapi tidak apa-apa, aku selalu berpikiran positif, karena aku tahu bahwa:

“Positif yang aku keluarkan dapat kembali kepadaku, lagian negatif juga tidak akan menghasilkan apa-apa buatku, yang ada hanya menjadikan semua hal menjadi negatif.

Yah, mungkin seperti itu, untuk catatan hari ini, aku mau bilang kalau:

“Aku dulu ingin kuliah di ITT Telkom Bandung, tapi aku tidak tahu kenapa bisa sampai ke Universitar Tarumanagara, sekarang aku mengerti satu hal, yaitu agar aku bisa mendapatkan semua hal semacam ini, aku bisa tahu dan kenal beberapa orang yang berada di Universitas ini dan aku bersyukur, sudah dapat mengenal mereka, hingga akhirnya aku tahu bahwa memang ada DOSEN yang memiliki hati manusia dan ada yang tidak sama sekali”.

Tapi udahlah, yang tidak itu dilupakan, anggap saja tidak ada, intinya yang baik aja itu udah cukup untuk dikenal, mungkin aku kuliah disini hanya bisa memastikan aja kali yah, kalau di Kampus ini, masih ada orang yang baik. hahaha, astaga, hari ini aku semakin ngaur.

Yah, dan hal lain yang aku pelajari ialah tentang perasan mungkin, aku banyak belajar tentang ini, dan semua yang terjadi, tidak pernah terjadi begitu saja, semuanya berkaitan dengan masa lalu ku, apa yang aku inginkan atau harapkan dari masa lalu, semua terjadi di masa ini, dan aku bersyukur sudah menerimanya, karena:

“Jika aku tidak seperti ini,

Maka semua yang akan terjadi padaku,

benar-benar tidak akan pernah terjadi”.

Aku bersyukur akan semuanya, walaupun terkadang kita berpikir bahwa “Bersyukur itu tak semudah tutur“, tapi apapun itu, aku tidak peduli, karena satu hal yang harus tetap aku lakukan ialah “Aku harus tetap bersyukur“.

Yah, saking bersyukurnya, kalau mau dibilang, sekarang aku udah mati rasa, semua rasa yang katanya menghancurkanku, seolah-olah atau sama sekali tidak menyakitiku sekarang, karena aku tahu, aku tak perlu takut padanya, “Hanya Tuhan yang harus aku takuti“. Aku sama sekali tidak bersedih dengan semuanya itu, kekhawatiran hilang dan tak pernah muncul sedikitpun, aku seolah-olah berkuasa atas mereka, saking banyaknya yang datang, akhirnya aku jadi terbiasa dan malas punsing dengan hal tersebut.

Sebenarnya bukan mau mengaminkan semua yang terjadi saat ini, tapi lebih kearah:

“Semua yang terjadi itu tidak pernah terjadi begitu saja, semua punya alasan mengapa itu harus terjadi, baik dan buruknya itu, itulah yang terbaik dan itulah yang baik dan harus disyukuri yang alasannya dapat diketahui dikemudian hari nantinya”.

Sekarang tinggal menunggu waktu, apakah Mujizat yang akan terjadi atau Anugerah yang akan diberikan. semuanya adalah yang terbaik. jika aku lulus, maka itulah Mujizat yang telah terjadi, tapi jika tidak, maka itulah Anugerah yang diberikan kedalam kehidupanku dan mungkin akan menjadi catatan terakhir untuk perkuliahanku, dari semua yang terjadi.

“Tetap bersyukur dan keep positive thinking”.

Salam buat catatan kehidupan ini. Titus Sutio Fanpula

%d blogger menyukai ini: