Tentang Sebuah Rasa

Minggu, Januari 25th, 2015
156 views 0 Comments

Ada sebuah rasa yang tersimpan jauh dalam bagian yang paling jauh di dalam tubuh ini.

Rasa ini tidak mudah untuk dikeluarkan, akan tetapi tidak mudah juga untuk menyimpan rasa ini terlalu lama.

walaupun semuanya serba memiliki kesulitan, akan tetapi jalan terbaik ialah menanggung kesulitan dalam menyimpan rasa ini.

Rasa yang tak pernah ada seorangpun yang tahu ( katanya sih seperti itu ). Rasa yang lain dari yang lain.

Rasa ini adalah sebuah rasa tentang rasa yang dirasakan.

Tujuan rasa tak pernah mengerti dan asal dari rasapun tak pernah tahu. sama-sama membingungkan, hingga akhir dari rasa ini sama seperti rasa ini.

tujuan rasa sangat tinggi, terlalu jauh dan tersimpan disebuah ketinggian yang dapat dikatakan terdapat pada sebuah bulan, sedangkan asal dari rasa ini hanya berada dibumi.

sesuatu yang tak mungkin terjadi, itulah yang ada dalam rasa ini.

rasa awal yang tak sanggup untuk menggapai tujuan.

walaupun rasa ini tak sanggup untuk menggapai tujuan, tapi rasa ini akan tetap bertahan dan tidak akan pernah basi, karena ia akan menunggu sampai sang bulan jatuh. walaupun itu adalah akhir dari hari atau awal dari awal yang baru, tidak peduli itu, karena rasa ini tetap ada aja.

Rasa ini sangat egois, kalau harus memaksa. akan tetapi rasa ini juga terlihat seperti pengecut hanya hanya terdiam dan tak pernah keluar dari tempat persembunyiannya.

satu kata terkadang dari rasa yaitu yang penting baik, karena intinya adalah baik aja.

baik dan kebaikan rasa adalah apa yang diinginkan oleh rasa ini.

rasa dan rasa.

terkadang rasa ini berkaca, menunduk dan tak bisa untuk melangkah.

rasa ini semakin berat dan seolah berjalan ditempat.

rasa ini memang sangat mengkhawatirkan.

tapi pemilik dari rasa ini selalu saja terlihat baik-baik saja.

sang pemilik selalu berkata bahwa kesempatan itu katanya diberikan sekali,
jika sudah maka tidak akan berkali-kali.

sang pemilik terlalu lugu atau terlalu kuno ( katanya ).

tapi sebenarnya yang mengatakan itu tidak pernah ada yang tahu maksud dari pemilik rasa ini.

pemiliknya hanya menginginkan sesuatu dari rasa, tanpa ada banyak hal yang diinginkannya.

tidak punya banyak keinginan tentang rasa.

karena dan karena aja.

banyak waktu yang dilewatkan oleh rasa ( katanya dilema rasa ).

tapi sebanyak-banyaknya waktu itu, lebih banyak lagi banyaknya.

tidak tahu maksud dari catatan ini apa, tidak tahu tujuan dari catatan ini apa, yang penting menulis aja.

tidak punya maksud atau tujuan, karena ini adalah catatan yang dibuat hanya karena ingin menunggu waktu  belajar aja.

diketik dengan sembarang, tanpa pikir panjang langsung diketik.

tidak dibaca semua sih, karena saya aja bingung dengan catatan ini.

yang penting udah ada aja.

sekian dan salam.