Kebiasaan Yang Ditegur

Jumat, Desember 19th, 2014
232 views 0 Comments
Kali ini, saya ingin menulis 
tentang sebuah kebiasaan yang sering saya lakukan
dan
kebiasaan ini mendapat teguran dari orang lain.
 
kebiasaan ini sangat sederhana,
yaitu
“Memasang Dompet Yang Panjang Di Kantong Atau Saku Celana Belakang Saya”.
 
Namanya juga di Jakarta,
semua orang pada waspada.
 ( katanya sih gitu )
katanya, tidak boleh inilah, tidak boleh itulah,
tapi
menurut saya, itu adalah alasan untuk membatasi kebebasan saya.
jadi,
menurut saya mana yang saya suka gunakan,
maka apapun yang dikatakan orang itu akan menjadi suatu hal yang terabaikan.
oke, kisah ini ketika saya naik Angkot ( Kopaja )
menuju ke Kampus.
 
dalam perjalanan,
 
kopaja yang saya tumpangi itu sudah banyak penumpangnya 
( sampai ada beberapa orang yang beridri ).
 
setelah itu, sementara berjalan ada seorang ibu agak tua ( Ibu-Ibu lah istilahnya )
naik keatas kopaja itu.
 
karena udah kelihatan agak tua,
jadi tidak enak aja saya duduk terus dia berdiri
 
saya menawarkan tempat duduk ke dia,
dan
dia pun langsung duduk.
 
mungkin karena dia salah membuang mata,
akhirnya dia melihat dompen dikantong belakang celana saya.
 
setelah dia melihatnya,
dia langsung menegur saya, 
katanya “Itu dompet jangan ditaruh begitu, simpan aja ditas, soalnya bahaya”
kata itu diulangi beberapa kali,
saya hanya melihatnya dan membalasnya dengan sebuah senyuman.
ada kata yang sebenarnya ingin saya katakan ke orang ini,
atau siapapun itu yang kalau ada yang menegur lagi.
yaitu
Bu’ atau Pak, hidup ini ditawarkan 2 Pilihan,
yaitu
berpikiran positif atau negatif.
sekarang saya mau tanya, Ibu atau Bapak Pilih yang mana?
Positif atau negatif?
Jika Positif, maka jangan terlalu takut akan keadaan
karena semuanya pasti akan baik-baik saja.
tapi
kalau bapak atau ibu memilih untuk berpikiran negatif,
maka biarkan itu untuk anda saja,
karena
saya tetap hanya ingin berpikiran positif dengan memberikan
 sedikit kepercayaan terhadap mereka yang pernah
berjalan didekat saya atau berdiri didekat saya
kalau
mereka itu bukan pencuri dan mereka itu juga adalah orang yang baik-baik.
lagian, ada yang pernah berkata
“Siapa yang bermain pedang, maka akan mati karena pedang”.
saya tidak pernah bermain pedang,
oleh karena itu,bagaimana mungkin saya mati karena pedang?
( Itu Hanya Sebuah Perumpamaan ).
Sedikit Cerita Ini Berakhir Disini