Jatah Gagal Ku

Selasa, Desember 23rd, 2014
240 views 0 Comments
Hari ini saya ingin menulis tentang 
Jatah Gagal Ku
 
Yah, Mungkin sudah banyak
atau karena sering dijumpai dalam kehidupan 
perkuliahan,
sampai-sampai artikel ini harus ditulis.
Ada yang pernah bilang,
dan 
saya pernah mendengar
bahwa
“Habiskanlah Jatah Gagalmu di Masa Mudah
agar
Dimasa Tua Nanti Hanya menikmati Jatah Keberhasilan”.
Mungkin kata ini ada
untuk mereka yang percaya akan
adanya sebuah nama, yaitu 
Kegagalan.
tapi
bagi saya, dalam hidup ini tidak ada yang namanya kegagalan.
bagi saya itu adalah perjalanan, bukan kegagalan.
sederhananya saja seperti ini.
Saya memiliki cita-cita
atau
target dimasa mendatang,
saya akan menjadi orang seperti ini.
dalam perjalanan mengapai target,
banyak liku-liku yang harus ditempuh
( mungkin mereka kenal dengan istilah gagal )
oleh
karena itu inilah yang menurut saya sebuah perjalanan
yang indah tentunya
( yang memiliki banyak liku ).
 
Ada juga yang pernah berkata,
bahwa
“Disetiap Liku-Liku Hidup yang dialami,
pasti ada hadiah tersendiri yang nantinya akan ditemukan
ketika
Liku ini telah berakhir”.
 
 
Yah, ini benar.
 
Dan Hadiah terindah itu sendiri adalah Tuhan.
 
mengapa demikian?
 
saya punya alasan.
 
Ketika ada liku
( sebut saja kegagalan dalam bahasa mereka )
yang diberikan Tuhan kepada anak-NYA,
tentu
karena IA ingin anak-NYA itu lebih dekat kepada-NYA.
 
sebab
 
IA YANG MAHA MENGETAHUI,
 tahu
bahwa ada Anak-NYA yang akan datang kepada-NYA
ketika ia butuh.
 
yah,
 
Oleh sebab itu Tuhan mau berikan liku kepada anak-NYA
agar
anak-NYA itu selalu datang kepada-NYA.
 
Jika seseorang dalam menempuh apa yang ia cari 
( Contohnya Cita-cita ),
dengan
tidak mendapatkan liku-liku hidup 
( Pernah untuk Gagal )
maka
seseorang tersebut tidak akan pernah tahu
bagaimana
cara untuk membentuk pribadinya lebih kuat lagi,
lebih iklas,
lebih bersyukur
dan sebagainya lah.
 
sehingga ketika ia telah mendapatkan cita-cita
atau
targetnya,
maka hanya itu yang ia dapatkan.
 
namun
 
jika seseorang yang pernah atau sering mendapatkan liku-liku
hidup dalam pendidikannya,
maka
saya yakin dan percaya
bahwa
ia tidak hanya mendapati apa yang mau
( Cita-citanya ),
akan tetapi ia juga mendapatkan Sebuah Nama Yang Besar
yaitu
TUHAN.

ia, karena ia tahu dan telah mengenal
Tuhan
lebih dekat ketika ia sedang berada dalam liku-likunya hidup.
ini adalah masalah
pribadi yang ditulis dalam sebuah artikel.
oleh karena itu,
sebagai seorang yang sudah biasa dengan liku-liku hidup,
akan 
selalu biasa jika ia mendapatkan liku tersebut.
*catatan penting yang perlu untuk dibaca adalah
“Memang, Liku-liku hidup itu adalah sebuah kesempatan
untuk membentuk
sebuah Kepribadian,
akan tetapi
bukan berarti kita harus berharap atau selalu menginginkan untuk mendapatkan liku-liku tersebut,
karena
liku-liku yang dimaksud oleh saya disini adalah
liku-liku yang diberikan oleh Tuhan,
bukan liku-liku yang dibuat sendiri atau dinginkan sendiri. 
karena saya tahu,
di Dunia ini tidak ada orang yang ingin akan sebuah nama
yaitu
liku-liku hidup”.
 
 
 Dalam Do’a Ku Berkata
“Tuhan, berikan aku sesuatu yang Engkau inginkan
dan biarkanlah
kehendak-Mu lah yang berlaku
atas diriku,
dan
bukan kehendakku dalam
keegoisan dan keambisian ini yang terjadi,
sebab
yang aku mau adalah daging,
sedangkan
yang Engkau beri adalah Roh.
 
Terimakasih untuk semuanya,
Jika memang ini yang terbaik dalam hidup,
maka
dengan sepenuh hati
akan
ada rasa syukur ini selalu terucap”.
 
Amin