Cerita Yang Sedikit Lucu ( Penumpang Dan Pengamen )

Jumat, Februari 27th, 2015
351 views 0 Comments

Cerita kali ini saya ingin menceritakan tentang kejadian kemarin, tepat dimana saya sedang berada diatas sebuah angkot.

Yah, Mungkin cerita ini tidak terlalu lucu jika dibaca, akan tetapi sangat lucu bila dijalani.

ceritanya itu seperti ini,

Kemaren saya menaiki sebuah angkot ( Kopaja 93 ) tujuan kalideres, tepat diatas sebuah angkot, saya menemukan seorang pengamen ( seumuran anak SMP ) yang sementara bernyanyi. Yah, dia lagi ngamen.

Tepat pada saat itu saya lagi berdiri, soalnya udah penuh penumpangnya. setelah itu ada Ibu-Ibu yang Sedikit Tua manaiki angkot tersebut.

Tapi sebelum naik, Ibu-ibu itu katakan “Ada Tempat Duduk G’? Soalnya Kaki saya sakit nih”. kemudian kenek angkot itu bilang “Ada Bu, naik aja”  ( Padahal G’ Ada tempat duduk ). yah, setelah itu seorang bapak-bapak berdiri dan mempersilahkan Ibu-Ibu itu duduk.

Setelah Ia Duduk, Sang Pengamen Pun Selesai mengamen.

Setelah selesai ngamen, pengamen tersebut langsung meminta kepada uang kepada setiap penumpang. Yah, tepat sampai di Ibu-Ibu tersebut, Ibu-Ibu itu langsung menarik Rp.10000 dari Dompetnya kemudian berikan kepada anak itu tanpa ada rasa berat atau dengan kata lain penuh keiklasan ( pada saat itu, saya tepat berdiri di samping tempat duduk dari ibu-ibu itu ) dan pada saat itu juga, saya langsung berpikir dalam hati, “Wah, Baik Juga Nih Ibu-Ibu, Iklas banget kasih sampai 10.000”. yah, itu yang pertama muncul dalam pikiran saya.

Sehingga saya yah acuh tak acuh aja.

Setelah mobil berjalan 3 Menit, tiba-tiba kenek datang dan menagi uang angkot kepada setiap penumpang yang belum bayar. sehingga ketika sampai di Ibu-ibu tersebut, Ibu-Ibu tersebut langsung menjawab “Loh, tadi kan saya udah Bayar”.

Nah, pas kata-kata itu keluar, saya langsung sadar kalau ternyata Ibu-ibu itu kira kalau pengamen itu adalah kenek, dan pada saat itu juga salah satu penumpang ( lelaki agak tua ) yang duduk pada baris ke-2 dari tempat duduk ibu-ibu itu langsung menanggapi bahwa “Yang tadi itu pengamen bu, bukan kenek”, dan pada saat itu juga, ibu-ibu itu langsung menanggapi “Yah, berarti saya udah salah ngasih dong”.

yah, setelah tanggapan itu muncul, berbagai tawaan pun muncul dari sebagian besar penumpang yang mendengar kata itu ( termasuk saya ).

hahaha, memang bener-bener.

dan setelah itu, saya mendengar kata-kata dari ibu-ibu itu untuk yang terakhir, yaitu “Biarin aja lah, mungkin itu udah rejekinya”.

yah, itulah kata-kata penutup yang saya dengar dari ibu-ibu itu.

Dan pelangi yang muncul setelah hujan adalah perjalanan Ibu-Ibu itu telah dibayar oleh seorang bapak-bapak. saya g’ tahu, apa bapak-bapak ini temannya atau saling mengenal, soalnya ibu-ibu ini sempat menyebutkan nama bapak-bapak tersebut dan mengatakan kata “Terimakasih”.

Yah, sehingga dapat dikatakan bahwa “Cerita ini adalah cerita Keiklasan dalam Keberuntungan”.

Keiklasan Buat Ibu tersebut dan Keberuntangan Buat Pengamen Itu.

yah, itulah cerita singkat yang tidak terlalu lucu jika dibaca, akan tetapi sangat lucu bila di jalani.

Sekian dan salam