Aku Dan Semua Yang Ada

Sabtu, Januari 17th, 2015
272 views 0 Comments

Aku menulis karena aku ingin menulis sesuatu,
sesuatu yang mungkin tidak berguna bagi orang lain,
sesuatu yang mungkin tidak berarti bagi orang lain,
akan tetapi sangat berguna dan berarti bagi diri sendiri
untuk dilihat dan dibaca kembali Dari panjangnya waktu yang dijalani dalam hidup
yang ditulis dalam singkatnya kata.

Aku bermimpi karena aku punya mimpi,
aku ingin mewujudkan mimpi ini dalam dunia nyataku.

Mungkin Tak semua mimpi ini akan terkabul,
akan tetapi minimal aku sudah punya mimpi dan menikmati mimpiku sendiri
dalam dunia mimpiku.

Kepercayaan dan keyakinan adalah kunci utama dari semua mimpiku,
sebab aku yakin dengan do’a dan tidakan semua pasti berjalan sesuai rencana.

Waktu adalah terminalku selanjutnya,
Tempat perhentianku sebelum melanjutkan ke terminal yang lain,
Dimana aku berlabu atau singgah maka disitulah mimpiku berada,
Disitulah aku mendapatkan dan menikmati mimpi yang telah ku buat sebelum aku beranjak pergi
ke terminal yang lain.

Sedangkan Hidup adalah petualanganku,
Baiknya hidup adalah rejekiku dan buruknya hidup adalah terimakasihku dalam kesempatanku.

rejeki dalam baiknya hidup ialah semua kebaikan yang telah disediakan oleh Tuhan dalam petualanganku,
sehingga mereka yang baik adalah tempat dimana aku berteduh, menghibur diri dalam petualanganku.
sedangkan
buruknya hidup adalah terimakasihku dalam kesempatanku untuk membentuk petualanganku
menjadi lebih nyata, menjadi lebih terasa dalam kesabaran dan rasa syukur.

Layaknya sebuah kapal yang berlayar ditengah laut, itulah diri ini.
mungkin semuanya terlihat mulus, akan tetapi bukan berarti kapal itu bisa mulus untuk berjalan.

sekuat dan sebesar atau semegah apapun kapal ini,
pasti akan tergoyang dari kerasnya gelombang kehidupan
yang dijalani atau dilalui,
bahkan terkadang kapal inipun dapat tenggelam dalam lautan dengan besarnya gelombang kehidupan.

ketika kapal ini sudah mulai tenggelam,
mungkin hanya satu yang bisa menolong,
yaitu Tuhan diatas sana yang tak pernah melupakan sebuah kapal ini
yang telah ia buat dan dibentuk layaknya IA adalah pemilik dari kapal ini.

yah, dan setelah IA menolong kapal ini, pasti IA akan membentuk kapal ini menjadi kapal
yang baru lagi, dimana itu yang dinamakan hidup baru.

sehingga sebagai sebuah kapal di tengah lautan kehidupan,
tidak perlu ada rasa takut dari kerasnya gelombang kehidupan,
karena tak ada laut yang tak bergelombang.

Berlayar dan terus berlayar adalah hal yang harus tetap dipikirkan,
tenggelam atau ketakutan adalah hal yang harus disampingkan,
hingga akhirnya bisa berlayar dan sampai disebuah pelabuhan abadi,
tempat perhentian akhir dari kapal kehidupan.

Bertemu dengan Sang Pemilik kapal kehidupan ini,
dan bersiap untuk dikirim dan berlayar dalam lautan kehidupan selanjutnya.

Sekian dan Salam

Me šŸ™‚