Comments

Sesuatu Yang Diinginkan Tetapi Bertentangan

Kali ini saya ingin menulis sebuah perumpaan yang berkenaan dengan apa yang seorang anak inginkan tapi bertentangan dengan apa yang diinginkan oleh orang tua.

yah, kisah ini adalah kisah yang pernah saya lewati dan juga pernah saya dengar dari teman saya tentang jurusan apa yang kita inginkan, tapi yang diinginkan oleh orang tua itu berbeda dengan apa yang kita inginkan.

yah, ini hanya sebuah perumpamaan yang pernah saya gunakan untuk menjawab apa yang diinginkan oleh orang tua saya.

terkadang, untuk kita yang ingin masuk kuliah, kita pasti akan ditawari oleh orang tua kita untuk menjadi sesuatu yang menurut mereka bagus. yah, saya tidak bisa salahkan mereka, karena yang pastinya apa yang diinginkan oleh orang tua terhadap anaknya itu tentunya tidak lain adalah ingin agar anaknya itu bahagia.

yah, tujuan mereka adalah itu, yaitu ingin anak mereka itu bahagia.

tapi apakah anak mereka itu bahagia dengan pilihan yang ditentukan oleh orang tua? kalau mau dibilang, tentu saja bahagia (mau tidak mau), karena jangan sampai gara-gara hal tersebut ( menolak apa yang mereka inginkan ), membuat mereka sakit hati dengan kata-kata kita.

oleh sebab itu, jika tidak ingin menyakiti perasaan orang tua kita, maka dibawah ini adalah perumpamaan yang dapat anda tanyakan kepada orang tua anda yang menginginkan anda untuk melakukan sebuah hal ( seperti contoh pemilihan jurusan pada saat masuk kuliah ) yang berbeda dengan apa yang anda inginkan.

yah, pertanyaan dari perumpamaan itu adalah seperti ( saya sudah pernah mencobanya, dan hasilnya 100% mujur ).

Silahkan anda tanyakan kepada orang tua anda dengan kata-kata yang pelan dan seolah-olah anda hanya butuh pendapat mereka, bukan untuk mengajari mereka, karena mereka lebih tahu dari apa yang kita tahu. mungkin seperti itu, jadi bisa gunakan pertanyaan ini.

Ayah/Ibu, Titus ( Gunakan Nama anda “Karena nama saya Titus” ) mau bertanya, Ibu/Ayah kan mau Titus masuk ke jurusan Kedokteran, tapi sejujurnya Titus maunya masuk ke jurusan Komputer ( Teknik Informatika ).

Kalau misalnya Ibu/Ayah mau Titus memilih jurusan tersebut buat Titus, Titus akan terima, tapi Titus ingin mengajukan satu pertanyaan buat Ibu/Ayah, Titus harap Ibu/Ayah menjawabnya.

Pertanyaan dari Perumpamaannya itu begini.

Anggap saja Titus dan Ibu/Ayah lagi berada di sebuah Rumah, di pada waktu yang bersamaan, Ibu/Ayah menyuruh Titus untuk pergi mengambil sesuatu yang letaknya jauh dari rumah kita ( anggap saja itu adalah cita-cita Titus ) dan barang tersebut harus Titus ambil dengan segera pada saat itu juga ( karena sangat dibutuhkan untuk sesuatu yang  namanya kebahagian ).

karena letaknya sangat jauh, maka Titus harus menggunakan kendaraan untuk mengambilnya. Di depan rumah ada dua kendaraan yang dapat digunakan salah satunya, yaitu motor atau sepeda.

Titus hanya tahu naik sepeda, sedangkan Titus tidak tahu naik motor. sekarang kendaraan mana yang Ibu/Ayah inginkan Titus gunakan pada saat itu juga untuk mengambil barang tersebut? apakah motor yang lebih cepat tapi Titus tidak tahu cara mengemudikannya atau sepeda yang lambat tapi Titus tahu cara untuk mengemudikannya?

Saya yakin, dengan pertanyaan tersebut, pasti orang tua yang mendengar pertanyaan kita akan mengatakan kalau lebih baik naik sepeda dari pada naik motor.

yah, pasti orang tua kita akan mengatakan hal tersebut ( Saya sudah pernah mencoba, dan Ibu saya mengatakan kalau saya akan disuruh menggunakan sepeda, karena hanya itu yang saya tahu ).

yah, orang tua kita tidak akan menyuruh kita untuk menaiki motor tersebut, walaupun cepat. karena Ia tahu bahwa itu akan membuat kita celaka.

kalau sudah seperti itu ( sudah mendapatkan jawabnya ), sekarang tinggal kembalikan ke pertanyaan yang nyata, yaitu

Berarti seharusnya Ibu/Ayah membiarkan Titus untuk memilih jurusan yang Titus inginkan, agar Titus tidak celaka dalam perjalanan, karena hanya itu yang Titus tahu.

yah, mungkin perumpamaannya seperti itu. sehingga tidak ada yang bisa disakiti, walaupun Ibu/Ayah kita tidak membiarkan kita untuk memilih jurusan yang kita inginkan, setidaknya mereka masih mempertimbangkan pertanyaan kita.

yaitu, apakah mereka tetap ingin membuat kita celaka atau tidak.

Sekian dan salam buat catatan kehidupan yang pernah terjadi dalam kehidupan saya.

%d blogger menyukai ini: