Comments

Rasa Takut

Catatan kali ini saya akan membahas tentang sebuah rasa, yaitu rasa takut. yah, ini adalah bagian dari apa yang pernah dipikirkan dalam pikiran ini dan juga hanya sebagai bagian dari catatan kehidupan.

Rasa Takut

Saya selalu berpikir, bahwa rasa takut itu ibarat sebuah batu, ia selalu datang ketika kita memikirkannya.

Awal kita lahir ke dunia ini, kita diberikan sesuatu yang namanya kebebasan, ibaratnya sama seperti kita berada di tengah-tengah padang pasir.

yah, ketika kita lahir, sama seperti ketika kita berada di tengah padang pasir.

Kita bebas melihat kemana saja mata kita memandang, kita memiliki kebebasan untuk berjalan kemana saja kita mau pergi. kebebasan itu milik kita.

setelah itu, kita belajar untuk berjalan, berjalan lebih jauh dari tempat awal dimana kita pernah berdiri. semakin kita jauh, rasa ragu mulai muncul dalam pikiran kita, kita terlalu takut bahwa jalan yang kita ambil sebenarnya salah atau benar.

yah, rasa takut sudah mulai datang.

Sama seperti yang telah saya katakan di awal, rasa takut ibarat sebuah batu, ketika kita memikirkannya, ia datang dan jatuh di sekitar kita ( tapi tidak mengenai kita ).

Ketika kita berpikir lagi untuk takut, ia jatuh lagi di depan kita, di samping kita, dan dibelakang kita, sampai batu tersebut menutupi kita, sehingga kita tidak bisa untuk melangkah, seolah-olah batu tersebut sudah mengurung kita dalam sebuah tempat.

yah, itulah rasa takut.

rasa takut tidak mungkin tidak ada, karena rasa takut itu pasti saja akan ada, apapun alasannya.

“Jika ada yang mengatakan bahwa ia tidak pernah takut atau tidak memiliki rasa takut, maka sebenarnya ia telah berkata jujur kalau ia adalah orang yang paling penakut di dunia ini, terutama takut pada diri dia sendiri”.

yah, mungkin seperti itu.

Ibarat dari sebuah rasa takut yang dapat dikatakan sebagai sebuah batu.

Jadi, boleh saja punya rasa takut, karena wajar sebagai seorang manusia. tapi ingat, jangan sampai rasa takut itu menutupi diri kita sampai tidak ada pintu untuk berjalan, sehingga kita yang sebenarnya memiliki kebebasan, akhirnya dimiliki oleh keterikatan dan keterbetasan dari rasa takut kita.

Yah, jadi kalau misalnya punya rasa takut, buatlah agar di balik rasa takut itu masih ada cela sedikit agar masih bisa tetap berjalan keluar dari rasa takut tersebut, hingga akhirnya rasa takut yang ada tidak akan bisa membatas kebebasan yang sebenarnya adalah milik kita sendiri.

Sekian dan salam buat catatan rasa takut yang merupakan catatan kehidupan.

%d blogger menyukai ini: