Comments

Perumpaan Tentang Hukum

Kali ini saya ingin menulis sedikit perumpaan yang berkenaan dengan hukum. yah, ini hanya sebuah catatan kehidupan saya, yang pernah terpikir dalam pikiran ini.

Saya pernah mendengar sebuah pernyataan seperti ini, “Hukum itu selalu tajam ke bawah”.

Yah, dimana arti dari pernyataan tersebut adalah hukum itu dibuat hanya untuk mempersulit orang kalangan bawah, sedangkan yang atas tidak.

Mungkin seperti itu, yah mungkin saja ( itu pendapat saya tentang pernyataan “Hukum itu selalu tajam ke bawah”).

Kalau dilihat dari salah dan benarnya, maka saya tidak dapat menyalahkan mereka yang membuat hukum itu tajam ke bawah, sebab perumpamaannya seperti ini.

Perumpamaan Tentang “Hukum Selalu Tajam Ke Bawah”

Ada Sebuah Pisau di tangan anda, dan

Ada Sebuah Botol yang telah terpotong bagian atasnya.

Sekarang, bagaimana cara anda menyimpan pisau itu dengan cara yang baik dan benar di dalam botol tersebut.

Saya rasa anda akan menyimpan pisau itu dengan mengarahkan tajamnya ke bawah dan peganggannya dibagian atas ( karena saya pun juga akan melakukan hal yang sama ).

yah, mungkin seperti itu, hingga akhirnya ketika anda mengambil pisau tersebut, pisau tersebut tidak akan melukai tangan anda sendiri.

Yah, mungkin perumpamaannya seperti itu,

Dimana pisau adalah Hukum, dan
Anda adalah pembuat Hukum.

Jadi, tidak salah lagi kalau hukum itu selalu tajam kebawah, karena ketika anda juga berada disana, pasti anda juga akan melakukan hal yang sama.

Yah. lagian sekarang bukan saatnya untuk bertanya dan menyalahkan orang lain, karena apa yang dilakukan orang pasti punya alasan, baik dan buruknya alasan, itu tetap sebuah alasan.

Karena sekarang yang perlu dilakukan adalah Memberikan kepercayaan kepada orang yang melakukan sesuatu untuk kita. mungkin seperti itu.

Yah, mungkin seperti itu.

Ada juga cerita yang pernah saya dengar, sebagian orang menyalahkan bahwa semua anggota DPS ( anggap saja DPS ) itu koruptor ( mungkin saja ), karena mereka naik bukan untuk rakyat, melainkan untuk uang.

Bagaimana cara mengembalikan modal dan sebagainya (itu hanya sebuah pendapat).

Jujur saja, ketika saya naik jadi seorang anggota DPS, saya juga pasti akan melakukan hal yang sama.

Mengapa demikian? karena anda sendiri yang telah mengatakannya.

Anggap saja begini:

Anda tidak melakukan apa-apa, yang melakukannya adalah orang lain, tapi anda telah di cap bahwa anda juga telah melakukan hal tersebut.

Apa tanggapan anda?

Kalau saya, lebih baik saya melakukan hal tersebut dan mendapatkan keuntungan, sehingga apa yang mereka katakan ke saya itu benar ( walaupun belum terbukti dan belum di penjara ).  yah, saya buruk sifat tapi ada untung uang.

Daripada saya tidak melakukan apa-apa tapi tetap saja di cap sebagai seseorang yang buruk perlakuannya. ( tidak dapat uang dan dicap buruk sifat ).

yah, mungkin seperti itu.

Intinya sekarang adalah Kepercayaan. Berikan kepercayaan terlebih dahulu, jangan dulu penilaian.

KEPERCAYAAN.
Yah, harga yang sangat mahal, saking mahalnya tidak dapat dibeli dengan uang adalah sesuatu yang namanya kepercayaan dan kejujuran. jika anda percaya, walaupun hanya setetes susu di dalam kopi, ia pasti akan tetap melakukan yang terbaik sesuai dengan kemampuannya.
Mungkin seperti itu.
Sekian dan salam buat catatan dan perumpamaan tentang hukum. sebuah catatan konyol dari pikiran orang yang konyol.
%d blogger menyukai ini: