Comments

Pengalaman Pertama Jadi Seorang Pengirim ( Berbagi Pengalaman )

Cerita kali ini saya ingin bercerita mengenai pengalaman pertama bekerja sebagai seorang Pengirim, yah, bekerja di sebuah tempat Pizza sebagai pengirim Pizza.

Sebenarnya sih tidak ingin untuk bekerja, tapi karena pengen mencari pengalaman dan ingin juga belajar lebih banyak lagi dari apa yang belum dipelajari.

Oleh karena itu, inilah pengalaman pertama saya ketika menjadi seorang Deliver Pizza.

Yah, awal masuk ke tempat Pizza ( diterima bekerja ), kami ( saya dan 2 teman saya, karena kita seangkatan ) pada hari pertama masih dibawah kepengenalan,
setelah itu kami diberikan pilihan, sukanya dimana. yah, saya katakan aja kalau saya suka itu di bagian Delivery.

setelah itu, awal dari percobaan mengirim Pizza ke sebuah apartment, dimana sebagai seorang yang baru memulai pekerjaan seperti ini,
biasanya didampingi sama yang sudah senior ( yang sudah berpengalaman ). yah, pada waktu itu saya ditemani sama seorang senior, nama panggilannya
itu adalah Akky.

Awalnya kami berjalan menuju aprtment tersebut, aprtment ini tepatnya di Grogol, namanya adalah Apartment Westmark ( bukan promosi ) dekat dengan
Apartment Taman Anggrek.

Setelah sampai di Aprtment tersebut, motor kami parkir di depan ( bukan ditempat parkir ), anggap saja ini parkir liar.

Setelah itu kami menuju ke aprtment tersebut, setelah sampai di bagian depannya, kami harus melapor mau ke mana dan ke mana di bagian informasi
atau dengan kata lain ke bagian keamanan ( seperti itu ), sehingga nantinya kami diberikan kartu akses lift untuk ke lantai atas
( biasanya juga ditemani sama security ).

Yah, setelah itu kami menuju ke Lantai yang tertera pada bagian Pizza tersebut, setelah sampai di Ruangan tersebut, saya disuruh untuk mengetuk Pintu.

Setelah pintu diketuk, kami harus memanggil dengan menyebutkan salam terlebih dahulu, kemudian nama perusahan Pizza dimana kami bekerja.

Setelah mengetuk, ternyata yang keluar itu cewek ( hanya tebak-tebak aja, Dia adalah seorag mahasiswi ).

setelah ia mengambil pizza yang kami bawa, ia juga membawa kartu kredit yang harus digesek pada mesin gesek lah ( saya tidak tahu namanya ) dari
sebuah bank yang ia gunakan.

Nah, karena pada saat itu kami tidak membawa mesinnya, akhirnya kami di marahi.

katanya tuh seperti ini “Yah, Mas gimana sih, tadi kan waktu saya order itu kan udah jelas, diketerangan telah ditambahkan kalau bayar
menggunakan Kartu Kredit”.

setelah itu, hanya kata maaf yang sering terucap kepada gadis itu. kami mengakui kalau kami salah, dan kami minta maaf ( yah, minta maaf adalah
jalan satu-satunya untuk menenangkan keadaan yang ada ).

terus teman saya tanggapi ( kalau saya mah, kan masih baru, jadi hanya bisa liatin itu cewek aja, liatin ekspresi marahnya yang sangat lucu “katakanlah gitu” )
“Yah, maaf Neng, mesinnya tadi di pake sama teman, jadi pas datang udah tidak ada mesin yang harus dibawah”.

setelah itu, ceweknya itu menanggapi lagi “Jadi sekarang gimana nih? tidak ada cast lagi”

yah, setelah itu teman saya yang namanya Ekky itu berkata  seperti ini nih “Yah kalau gitu, biar kami kembali ambil mesinya dulu, setelah itu
baru kami datang lagi”.

setelah menjawab, cewek itu langsung menanggapi lagi “Kalau gitu Pizza-nya bawah aja”.

Karena tidak enak, akhirnya teman saya katakan “Pizza-nya diambil aja, jadi sebentar hanya tinggal bayar aja”.

yah, setelah itu kami pulang.

Setelah dari ambil mesin gesek tersebut, kami masuk lagi ke aprtment itu dan bertemu ama security itu.

Kemudian security itu bertanya “Kok balik Lagi?”

setelah itu teman saya menjawab “soalnya ada pelanggan diatas yang maunya pake kartu Debit/Kredit lah, karena tidak ada cast”.

lalu security-nya itu bilang “emang sih, emang ada orang diatas itu yang pelit banget, karena tidak mau ngasi tips, akhirnya maunya pake kartu kredit/Debit “Pokoknya yang gesek-gesek lah”.

Kemudian kami juga nyambung lagi dengan kata-kata yang mungkin sedikit menjatuhkan gadis itu, seperti contoh sederhananya adalah “Pelit”.

yah, tapi kami tidak memberikan kata-kata yang lebih lagi atau yang tak sepantasnya lah. hanya sedang atau sederhana saja.

setelah itu kami beranjak keatas, dengan pikiran bahwa tidak akan ada tips untuk hari ini, karena kita udah menanamkan dalam pikiran kita
kalau sekarang itu kita lagi berhubungan sama orang yang pelit.

setelah sampai, kami mengetuk pintu dan ia keluar membawa kartu-nya untuk digesek.

Setelah digesek-gesek, ternyata jaringannya hilang ( sedikit ), sehingga saya sempat bercanda dengan teman saya, yaitu “Kasi di bawah jendela ini aja,
biar dapat jaringannya banyak”. hahaha,

yah, kami sempat tertawa sedikit, walaupun tadi itu kami juga sempat dimarahi ( karena pelanggan adalah Raja, jadi bisa terima aja kalu dimarahi ).

yah, setelah itu teman aku tanggapi “Jangan, entar jatuh aja, lebih ribet lagi”.

hahaha, “Emang inilah yang merupakan keindahan tersendiri dari kerja seperti ini, karena harus belajar untuk bersabar, karena hukumnya itu wajib”.

Setelah berhasil, kami langsung pamit untuk pulang ( pamitnya itu dengan kata terimakasih ),
tapi sebelum pulang, ternyata ia sempat menyorong uang Rp.20000 sebagai tips.

dan memang, pada saat itu yang dirasakan tidak lain adalah senang dan sangat senang.

“Mungkin uang ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan apa yang kita minta sama orang tua kita, tapi jujur saja, 500 rupiah pun yang diberikan
 sebagai tips, akan menjadi kebahagian tersendiri buat saya. yah, karena ini adalah jeri payah sendiri ( pengalaman )”

sehingga pada saat itu juga ( pada saat turun dari lift ), kami langsung menarik kata-kata kami, kalau ternyata cewek itu tak seburuk
yang kami bayangkan atau pikirkan.

yah, itulah pengalaman pertama dimana kami dimarahi karena sebuah kesalahan yang kami lakukan sendiri.

sehingga dapat dikatakan atau ditarik sebuah kesimpulan dari permasalan ini ialah

“Jangan menilai keburukan seseorang dari awalnya, karena kita tidak tahu akhirnya itu akan seperti apa, begitu pula sebaliknya”.

Yah, sekian dan salam untuk catatan panjang tentang pengalaman pertama jadi seorang Pengirim Pizza.

%d blogger menyukai ini: