Comments

Modal Menanam Tanpa Menuai

Catatan Kali ini adalah hanya sekedar sebuah perumpaan dari kehidupan yang sering dilakukan dan dijumpai. yah, hanya sekedar perumpamaan

Modal Menanam Tanpa Menuai

Saya sering Menanam, menanam apa yang ingin untuk saya tanam,
akan tetapi saya jarang untuk menuai akan apa yang telah saya tanam.

Bagaimana mungkin saya bisa menuai?

Kalau yang saya tanam, tak pernah memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi besar.

Saya selalu menanam apa yang mau saya tanam,
setelah tumbuh saya langsung membunuhnya,
tanpa memberikan harapan untuk tumbuh dan berkembang menjadi besar.

Banyak yang sudah saya tanam,
akan tetapi banyak juga yang telah mati dipatah oleh saya.

yah, itulah yang terkadang sering terjadi dalam hidup ini,
sehingga terkadang sering menyalahkan yang tak seharusnya disalahkan.

selalu ingin untuk belajar menjaga apa yang ditanam,
akan tetapi terkadang rasa untuk mematahkannya itu selalu ada,
sehingga ketika sudah dipatah,
maka rasa sesal mulai muncul,
dan belajar untuk menanam kembali.

Setelah tumbuh kembali,
dipatah lagi.

Yah, itu yang sering terjadi,
sehingga inilah yang dinamakan lingkarang kehidupan,
dimana ia hanya berputar sekitar bagian lingkaran tersebut.

pergi dan kembali.

yah, seperti itu

Selalu memiliki keinginan untuk menjaga apa yang ingin ditanam,
agar suatu saat bisa menuai,
akan tetapi rasanya semua sia-sia,
karena pasti juga akan dipatah.

harapan hanya sekedar panas-panas tai ayam ( kata orang gitu ).

yah, tapi sekarang masih terus belajar,
karena masih banyak yang harus dipelajari dalam hidup ini,
masih ada yang tertinggal dan tertunda.

supaya bisa menuai apa yang telah ditanam,
bukan hanya sekedar menanam tanpa bisa menuai.

Sekian dan salam buat catatan tentang perumpamaan modala menanam tanpa menuai

%d blogger menyukai ini: