Comments

Mengisap Asap Sebatang Rokok

Megisap Asap sebatang rokok adalah cerita atau catatan kali ini yang ingin saya ceritakan kepada blog saya.

Tepat Jam 3 Lewat beberapa menit, saya berjalan dari kampus menuju kost ( tempat tinggal ) saya. Kejadian ini tepat pada hari ini tgl 3 Maret 2015.

Hujan sempat menemani perjalanan saya dari kampus menuju ke Kost saya. awal berjalan, saya menumpangi angkot 95 tujuan Kalideres dan sekitarnya. tepat di perempatan Grogol, angkot yang saya tumpangi berhenti sebentar untuk menunggu penumpang.

Ketika angkot yang saya tumpangi ini berhenti, tiba-tiba ada sekelompok anak-anak berpakaian putih-biru lengkap (sepertinya mereka baru pulang dari sekolah ) langsung naik ke angkot yang saya tumpangi. sebagian laki-laki dan sebagiannya lagi perempuan.

Ada seorang lelaki yang menggunakan pakaian Putih-Biru ini menuju ke kursi bagian depan, duduk dengan santai layaknya tak ada beban.

Tidak ada yang dipikirkan selain kebahagian yang ia pancarkan dari setiap kata yang terkadang terucap dari bibirnya.

tiba-tiba sebatang rokok ditarik dari saku celananya, dengan ringan tangan ini terangkat dan kedua jari memegang rokok yang baru saja di tarik dari saku atau kantong celananya.

Kedua jari dari tangan kanan bertemu dan menjepit sebatang rokok tadi, kemudian di angkat dan dijepit dengan kedua bibirnya ( bibir atas dan bibir bawah ), setelah itu tangan kiri menyalahkan korek api dan membakar ujung dari rokok yang ia pengang. Dengan secara perlahan, api menjalar dan membakar ujung dari rokok ini, sehingga terlihat seperti sebuah bara api diujung dari rokok yang ia isap. Asap mulai ditarik tanpa ada pikiran tentang pakaian yang ia gunakan, umur yang sekarang ia miliki atau orang-orang disekitarnya.

yah, orang-orang disekitarnya juga terlihat mengabaikan apa yang ia lakukan, seakan-ekan hidupmu adalah hidupmu dan hidupku adalah hidupku.

kecuekkan mulai timbul, dan dengan bangga si anak ini mengeluarkan asap dari mulutnya layaknya ia adalah orang yang sudah dewasa.

yah, terlihat seperti itu. setelah sebatang rokok yang ia isap telah terbakar setengah, tiba-tiba datang seorang lelaki yang berpakain putih-biru lainnya ( temannya ) mengambil rokok tersebut, kemudian menuju ke kursi belakang dari angkot yang saya tumpangi.

Pada saat rokok ini sudah diambil, saya sudah tidak memperhatikannya lagi, karena saya tidak pernah menoleh ke belakang pada waktu itu.

Setelah itu kejadiannya berakhir dengan mengisap asap sebatang rokok untuk hari ini.

Seorang anak berpakaian Putih-Biru mengisap asap sebatang rokok ditengah hari yang ditemani hujan pada waktu itu.

Sekian dan Salam untuk catatan dan status kali ini.

%d blogger menyukai ini: