Comments

Langkahku Di Akhir

Aku berjalan menyusuri lembah dalam siangku dan malamku,
agar aku bisa menemukan sesuatu yang namanya kedamaian.

Aku melangkah dengan lambat dan tenang,
agar aku bisa menikmati semua yang aku lewati.

Karena aku ingin menikmati semua perjalananku.

Aku merasakan semua kesejukan dalam setiap lembah yang aku lewati,
karena disetiap langkahku, napasku kutarik secara perlahan agar aku bisa merasakan sejuknya alam.

Dari Lembah yang cukup dalam,
Aku belajar untuk mencoba menaiki sebuah gunung,
mengejar sinar matahari yang sementara berjalan untuk pulang.

berusaha melangkah dalam capekku dan lelahku.

Gunung yang tinggi harus aku daki,
agar aku bisa merasakan sesuatu yang namanya terang.

Matahari semakin menjauh dan aku semakin lelah.

Ketika sampai di bagian tertinggi,
aku melambaikan tanganku sebagai salam perpisahan buat matahari yang telah tenggelam.

Aku berharap agar aku bisa menemukannya lagi esok hari.

Setelah Matahari telah pergi,
aku duduk menunggu sinar bulan yang mungkin akan datang dan
menanti indahnya bintang-bintang yang menghiasi langit.

harapan semakin besar,
ketika aku memandang tidak ada awan tebal di langit,
sehingga sinar bulan dan indahnya bintang dapat terlihat.

aku selalu berharap cahaya itu datang,
agar tidak ada waktu untuk merasa takut,
karena masih ada terang dalam setiap sudut kehidupanku.

Setelah semua telah aku lewati,
aku merasa ingin menikmati sesuatu yang lebih indah lagi,
dimana aku ingin merasakan dan menikmati setiap menit dan detik akhir dari hidupku,
aku ingin merasakannya secara nyata,
dimana aku tahu bahwa kehidupan ini sudah akan berakhir atau aku sudah tidak berada didalam ruang hidup ini dalam beberapa menit lagi.

Sehingga aku mencoba untuk berbuat sesuatu yang lebih menari lagi,
yaitu mencari gunung yang lebih tinggi lagi yang pernah ada dalam ruang hidupku.

aku berjalan menyusuri malam yang terang,
dengan sinar bulang dan ramainya bintang.

ketika gunung tertinggi telah aku dapatkan,
aku mendaki dengan semangat yang tinggi demi keinginanku,
sehingga matahari pagi nanti tidak menemukanku lagi.

setelah sampai di bagian puncak tertinggi,
aku berdiri dan mengangkat kedua tanganku,
memasrahkan diri pada angin yang masih belum bisa membawaku terbang.

Dengan semangat aku berdiri dibagian ujung dari gunung ini,
membuang diriku ke sebuah jurang yang dalam,
sehingga pada menit akhirku,
aku hanya bisa merasakan bahwa sebentar lagi aku sudah pulang,
pulang kepada Pencipta ku.

Aku menarik setiap napas akhirku dengan bahagia,
aku membayangkan masa-masaku yang telah terlewati dengan senyuman dan sebuah harapan.

Aku terjatuh dan masih saja belum sampai ke bagian dasar.

Aku berusaha lagi menikmati angin akhirku,
sehingga akhirnya aku sampai di bagian terbawah dan mendapati gelapku.

Matahari mungkin telah tiba,
tapi cahayanya kini tidak lagi bisa mendapatkanku.

Jiwaku telah pergi dengan sombong,
sedangkan aku tak bisa berbuat apa-apa lagi,
karena semua tubuhku telah mati.

hanya gelap yang sekarang menemaniku.

yah, itulah sekilas catatan tanpa harapan.

Catatang aneh yang ingin untuk dicatat dan dibaca kembali dilain waktu.

Sekian dan Salam Tentang Langkahku Di Akhir

%d blogger menyukai ini: