Comments

Kekuatan Dari Kepercayaan Part 2

Cerita atau catatan kali ini, saya akan bercerita tentang kekuatan dari kepercayaan itu sendiri.

Mungkin ada yang meragukan yang namanya kekuatan dari kepercayaan itu sendiri, sehingga terkadang mereka menciptakan berbagai macam pertanyaan untuk menanggapi orang yang telah mengatakan bahwa kekuatan dari kepercayaan itu memang benar-benar ada.

Yah, disini saya akan menceritakan tentang kisah dari “kekuatan dari kepercayaan” tersebut.

Cerita ini bermula ketika waktu SMA, dimana saya belum mengenal yang namanya Kekuatan dari kepercayaan itu, akan tetapi saya sering percaya dan selalu berusaha untuk berpikiran Positif aja.

Yah, Saya Dulunya SMA di SMAN 1 Pasangkayu, sedangkan Rumah Orang Tua Saya itu Berada di Desa Tamarunang Kecamatan Duripoku ( 2 Jam dalam perjalanan kalau Lambat + Sedang, 45 Menit Kalau Cepat + Fast ).

Yah, biasa dan terbiasa aja.

SMA tempat saya sekolah dulu itu letaknya di Ibukota Kabupate Mamuju Utara ( Pasangkayu ), Sehingga terkadang saya menggunakan Motor dari Rumah Orang Tua Saya ke Pasangkayu ( Sendiri ) yah, terkadang.

Inipun juga waktu kelas 3 SMA baru saya di Ijinkan Membawa Motor, sedangkan Kelas 1 dan Kelas 2, saya tidak pernah di Ijinkan Membawa motor ke Sekolah. Yah, itulah Pendidikan yang di Ajar Oleh Orang Tua Saya.

Kekuatan dari kepercayaan itu Muncul ketika saya membawa motor ke Pasangkayu ( Ibukota Kabupaten ) dari Desa ( Rumah Orang Tua Saya ).

Jujur saja, ada beberapa hal yang paling tidak saya sukai ketika sedang atau ingin membawa sebuah Motor, yaitu :
1. Saya tidak suka menggunakan Helm
2. Saya tidak Suka Menggunakan Kaca Spion
3. Saya juga tidak Punya SIM .

Yah, Kalau dari Rumah, terkadang saya diingatkan sama orang Tua kalau harus Pake Helm, Bawa STNK dan Pake Kaca Spion. Mungkin terdengar atau terlihat munafik, karena memang benar saya sedikit munafik.

mengapa demikian? karena saya hanya mendengar, akan tetapi ketika saya keluar dari rumah, sekitar beberapa jauh gitu, semua yang tidak saya sukai pasti akan saya lepas ( Udah kebiasaan, akan tetepai bukan maksud melawan Orang Tua ).

Jujur saja, Bukannya tidak takut sama aturan, akan tetapi begitulah saya, kalau tidak suka yah memang tidak suka. jadi mau di apa juga tetap disuka.

setelah itu, saya berjalan ke Pasangkayu, dan yang dipikiran saya ketika mau berjalan dan sementara dalam perjalanan adalah “Pasti tidak akan ada Polisi”. yah, saya selalu berpikir bahwa saya akan tiba di Pasangkayu dengan keadaan tanpa halannga.

Yah, dan semuanya berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan. Ini Bukan udah sekali, akan tetapi jujur saja, ini sudah tradisi saya, kalau ke Pasangkayu itu tidak pake Helm, Kaca Spion dan Tidak Ada SIM. ( Tidak Ngarep Juga Untuk Di tangkap ).

Yah, saya menanam sesuatu yang positif, dan saya berhasil menuainya.

Ada saudara, tetangga, keluarga yang satu desa dan terkadang pergi pasangkayu, mereka lengkap karena mereka takut akan ditangkap sama Polisi. ( Yah, Mereka mungkin terlihat takut sama Polisi, Bukan Aturan ).

Yah, terkadang mereka ada SIM, STNK, KACA SPION, HELM dan lengkaplah, baru pergi ke pasangkayu, tapi ada-ada aja, karena ketika mereka sedang dalam perjalanan, mereka sering mendapatkan Polisi yang sedang bertugas.

Yah, mereka di tahan dan selalu saja ada pelanggaran yang didapat dari mereka. seperti contoh yang pernah saya dengar, yaitu terdapat barang tajam didalam bagasi Motor.

Nah, itulah dia yang saya katakan “Menanam Negatif, juga akan Menuai Negatif”.

Nah. seperti itulah pengalaman saya yang kurang lengkap dalam perjalanan ke Pasangkayu yang dibandingkan dengan beberapa orang yang mungkin lengkap tapi takut.

yah, saya hanya bermodal kepercayaan akan sesuatu yang positif, sedangkan mereka selalu berpikir sesuatu yang negatif yang belum tentu terjadi.

Sehingga terkadang saya bebas ( tidak ngarep juga untuk ditangkan ) dan memang benar, yang mereka pikirkan itulah yang terjadi.

Sehingga dari sini saya belajar tentang suatu hal yang berkaitan dengan yang namanya kekuatan dari kepercayaan itu sendiri, yaitu

Kepercayaan akan benar-benar terjadi ketika telah ada keyakinan dan kepercayaan kita itu ibaratnya sudah menyatu dalam daging”.

Yah, seperti contoh sederhana tentang kepercayaan yang benar-benar terjadi adalah “Ketakutan”.

Jujur saja, sebenarnya ketakutan itu adalah kepercayaan kita tentang hal tersebut yang akan terjadi, sehingga memang benar kalau hal itu benar-benar terjadi. karena mengapa? karena kita percaya.

Takut adalah Kepercayaan sederhana yang telah kita lakukan tanpa kita sadari.

Mungkin hanya itu saja pengalaman dari saya tentang kekuatan dari Kepercayaan yang sering saya jumpai dalam kehidupan saya dulu yang ingin untuk diceritakan hari ini.

Ada satu hal yang perlu diperhatikan sebelum menutup catatan ini, yaitu:
1. Jangan Meniru Aksi saya, karena yang saya lakukan ini bukan ingin melawan Aturan Yang ada, akan tetapi karena tidak suka aja, lagian disini saya hanya menceritakan tentang kekuatan dari kepercayaan, bukan mengajarkan untuk melakukan hal-hal yang tak seharusnya untuk dilakukan.

2. Itu Aja

Sekian dan Salam Tentang Kekuatan dari kepercayaan Part 2,

%d blogger menyukai ini: