Comments

Jangan Menilai Saya

Catatan kali ini saya ingin menulis sebuah catatan tentang jangan menilai saya. yah, ini hanya sekedar catatan kehidupan yang ingin untuk di catatat. karena memori otak ini mungkin bisa melupakannya, tapi catatan ini mungkin tidak akan bisa hilang selama blog ini masih bisa digunakan.

Jangan Menilai Saya

Beberapa hari yang lalu, saya membuka informasi nilai saya di sebuah situs yang di khususkan untuk semua Mahasiswa. yah, yang saya dapatkan adalah ada 3 mata kuliah yang sudah di posting nilainya, dan dari antara 3 mata kuliah ini, ada satu mata kuliah yang dapat dikatakan saya memiliki kesempatan untuk mengulanginya lagi di waktu yang lain.

yah, kata jujurnya adalah mata kuliah ini tidak lulus.

pikiran syok? tidak.

stress? tidak.

marah? tidak.

Kesal? tidak

Why Not? kenapa tidak? kalau mau di bilang, sedikitpun rasa untuk kesal, marah, stress dan sebagainya itu jujur saja sudah tidak ada dalam pikiran saya ketika hanya mengetahui kalau tidak lulus mata kuliah.

bukan berarti saya selalu ingin untuk tidak lulus yah. tidak, saya tidak menginginkan hal itu ( secara langsung ), tapi secara tidak langsungya, saya menginginkan hal tersebut terjadi dalam hidup saya.

Why Can? kenapa bisa? karena sudah terbiasa. yah, jawabannya adalah karena sudah terbiasa.

karena sudah biasa terjatuh, akhirnya sekarang dapat dikatakan sudah kebal. kalau jatuh lagi, itu adalah hal yang biasa yang bukan sesuatu yang luar biasa.

yah, sudah terbiasa.

Ketika mengetahui nilai tersebut sudah tidak lulus, akhirnya saya memutuskan untuk mengirimkan Email buat dosen saya yang mengajarkan mata kuliah tersebut.

yah, tapi saya tidak mengirimkan email untuk memohon-mohon nilai, bertanya kenapa, mengapa, bagaimana dan sebagainya.

yah, yang saya kirimkan adalah sebagai berikut.

“Selamat Malam Bu.

Saya hanya mau bilang terima kasih aja Bu.

Terimakasih buat nilainya.

Walaupun tidak lulus, setidaknya selama satu semester saya telah belajar banyak dari kelas mata kuliah Ibu.

Sekali lagi terimakasih.

Sukses Selalu Bu.”

yah, seperti itulah pesan email yang saya kirimkan untuk dosen saya.

mengapa saya tidak protes tentang nilai saya? inilah alasan mengapa saya tidak protes.
1. Saya merasa nilai UAS saya pasti buruk
2. Saya tidak pernah belajar, adapun belajarnya itu hanya 1 jam sebelum ujian.
3. Saya tahu, ketika saya tidak lulus, pasti Dosen tersebut punya alasan mengapa saya tidak lulus ( saya tidak perlu tahu alasannya itu apa).

yah, mungkin seperti itu.

Alasan mengapa saya berterimakasih adalah
1. ketika saya tidak lulus, ada banyak hal yang dapat saya pelajari, semua itu tentang “belajar untuk bersykur dalam segala keadaan, bersabar, belajar berterimakasih
dan masih banyak lagi” dan semua itu yang diberikan dosen tersebut kepada saya.

yah, mungkin seperti itu.

ketika email tersebut saya kirim, beberapa hari kemudian saya mendapatkan sebuah balasan.

Balasannya itu seperti ini:

“Terima kasih, Titus. Sikap kamu memang baik. Ngak lulus pun kamu ucapkan terima kasih. Beda dg teman kamu yang protes nga terima nga lulus. padahal nilai uas anjlok.

Nilai uas kamu jg rendah banget.

Nilai tgs 78, uts 57, uas 35.

Nilai uas asli kamu 22. Jd nilai uas sudah saya naikkan jd 35, tapi tetap jauh dari lulus.

Semoga nanti kalau kamu mengulang dapat dosen yang baik dan kamu harus benar2 shg minimal nanti kamu bisa dpt nilai b.”

Yah, saya mendapatkan pesan email seperti itu.

Jujur saja, saya bukannya memiliki sikap yang baik dan teman-teman saya bukannya memiliki sikap yang berbeda dengan saya.

yah, saya hanya tidak punya alasan untuk bertanya atau protes tentang nilai saya. begitu juga dengan teman-teman saya, saya yakin mereka punya alasan tersendiri mengapa mereka bertanya atau protes. mungkin karena mereka belajar dan sebagainya.

yah, mungkin seperti itu.

menilai seseorang bukan hanya dari apa yang ia katakan, bukan hanya dari apa yang terlihat, tapi menilai seseorang itu harus memperhatikan beberapa sisi yang ada, jika dilihat dari segi sisi.

bisa dilihat dari depan, belakang, samping, atas dan bawah.

yah, mungkin seperti itu, hingga akhirnya kamu bisa tahu seperti apa orang tersebut menurut pandangan kamu.

yah, itulah sedikit catatan pengalaman tentang jangan menilai saya, sebab apa yang kamu nilai tentang saya, belum tentu benar adanya.

karena saya tidak ingin untuk di nilai dan tak bisa untuk di nilai. sekian dan salam buat catatan ini.

%d blogger menyukai ini: