Comments

Do’a

Kali ini saya ingin mencatat sedikit hal mengenai Doa, di mana pada catatan ini, seperti biasa, yaitu tidak ingin membuat dinding posting ini kosong aja. jadi, inilah pembahasan mengenai Doa.

Doa

Menurut saya Doa adalah sebuah pintu, di mana yang meminta pertolongan ialah mereka yang mau untuk mengetuk pintu itu.

Dalam Agama saya, telah dikatakan bahwa “Ketuklah Pintu, Maka Pintu Akan Di Bukakan Bagimu”.

Yah, ketika kita berdoa, maka doa kita pasti akan didengar ( ketika kita mengetuk pintu, maka pintu itu pasti akan dibukakan untuk kita ).

tampaknya seperti itu.

Dan Ketika pintu telah terbuka, maka kita bisa masuk dan berbicara kepada Sang Pemiliki Rumah untuk meminta apa yang menjadi kebutuhan kita.

Yah, sempat terpikir seperti itu.

Di waktu sekarang ini, banyak yang telah saya temukan. salah satu contoh sederhananya adalah seperti di bawah ini:

banyak orang yang mencari orang lain untuk di doakan, yah, terdapat dari pengalaman seperti itu.

menurut saya itu tidak harus, karena mengapa? karena seperti ini penjelasannya:

Sebagai mananusia biasa, bagaimana perasaanmu kalau misalnya ada yang membutuhkan bantuanmu tapi ia menggunakan perantara atau orang ketiga untuk datang kepada anda dan mengatakan apa yang ia inginkan?

kalau yang pernah saya dengar, ada yang pernah berkata seperti ini “Kalau dia yang butuh, seharusnya dia yang datang”.

yah, itulah jawaban yang pernah saya dengar. dan coba dipikirkan kembali, jika sesama manusia seperti itu, apakah harusnya kita berani untuk melakukan hal tersebut kepada Seorang Raja ( Bahkan Lebih Dari sekedar Raja )?

seharusnya tidak.

yah, karena secara tidak langsung kita telah menunjukkan kepada Tuhan bahwa kita tidak memiliki iman.

yah, dan kita percaya bahwa orang yang kita datangi adalah orang yang memiliki iman.

Mungkin Seperti itu dan itu juga menurut saya.

Setelah membahas sebuah contoh di atas, ada lagi yang ingin untuk dibahas, yaitu tentang mengetuk pintu yang masih ada kaitannya dengan contoh diatas, yaitu:

Jika anda menyuruh orang lain untuk mengetuk pintu, maka pintu mungkin hanya terbuka untuk sang pengetuk.

setelah pintu terbuka buat sang pengetuk, maka hanya dia yang boleh untuk masuk ke dalam rumah tersebut.

setelah ia masuk, kita yang menunggu di luar tidak akan pernah tahu apa yang dibicarakan di dalam, karena kita hanya menunggu jawaban.

yah, itu jika kita berdoa menggunakan perantara ( menyuruh orang untuk mendoakan kita ).

setelah orang tersebut ( sang pengetuk ) keluar, maka dia akan mengatakan sesuatu kepada kita tentang apa yang telah didengar atau merupakan sebuah jawaban.

kita percaya? tentu saja ya, karena mau tidak mau yah harus percaya aja.

tentang kebenaran dari yang ia ceritakan, belum tentu benar. siapa tahu aja ketika dia masuk, ternyata ia salah masuk rumah?

siapa tahu aja ketika ia telah di dalam, ia tidak menemukan sang pemilik rumah?

terus, dari mana semua jawaban itu? tidak tahu, dari pikiran sendiri ( mungkin ).

yah, jadi itulah mengapa tidak boleh kita menyuruh orang untuk berdoa buat kita.

karena kita sebagai orang percaya, harusnya memiliki iman ( sedikit terlihat seperti sang penceramah, tapi bukan, ini hanya pengalaman ).

yah, jadi, kesimpulannya adalah ketuklah pintu itu dengan sendiri tanpa perantara, maka anda akan menemukan kebenaran dan kesalahan anda sendiri.

Jika anda salah masuk rumah, maka anda tahu, anda belum mendapatkan jawaban. jadi, pasti anda akan mencari rumah yang benar.

Jika anda sudah menemukan Sang Pemilik dari rumah itu, maka anda akan tahu di mana tempatnya dan anda juga bisa datang terus tanpa ada kesalahan lagi.

Sekian dan Salam Tentang catatang untuk Doa.

%d blogger menyukai ini: