Comments

Catatan Tentang Rasa Takut

Kali ini saya ingin menulis sebuah catatan tentang yang namanya rasa takut. yah, tentang rasa takut.

Cerita ini mungkin tidak ada gunanya bagi yang membaca, akan tetapi menurut saya inilah yang perlu atau ingin untuk ditulis.

Awal dari catatan ini bermula ketika sedang belajar Pendidikan Pancasila di Kampus 2 Universitas Tarumanagara di lantai 15. yah, mungkin sedikit terdengar aneh, karena orang belajar ( Dosennya berbicara ), saya berimajinasi. yah, imajinasi itu muncul ketika saya melihat keluar dari Jendela Kelas. Nah dibawah ini adalah catatan tentang rasa takut tersebut.

Berbicara mengenai rasa takut, menurut saya ketika rasa takut itu sudah ada sejak awal, maka keberanian untuk melangkah akan sangat kecil. yah, karena rasa takut yang besar telah menutupi sebagian besar keberanian.

takut untuk berjalan atau takut untuk melangkah.

seperti sebuah contoh kecil dari kehidupan saya atau dapat dikatakan ini adalah sebuah perumpamaan tentang rasa takut.

Ada sebuah Papan yang lebarnya 2 Jengkal dan panjangnya 30 Meter diletakkan diatas 2 buah batu dan membentuk sebuah jembatan,  dimana jarak antara papan dan tanah ini hanya berkisar 1 jengkal. yah, ketika saya disuruh melangkah, pasti saya akan berani, karena tidak ada ketakutan dalam pikiran saya. yah, karena saya selalu berpikir bahwa ketika saya jatuhpun pasti tidak akan sakit ( karena pendek ). yah, seperti itu, jadi saya memiliki keberanian untuk melangkah dari ujung A ke ujung B. yah, saya berani dan tidak ada rasa takut, sehingga saya berhasil berjalan menuju tujuan saya.

“Keberanian mengambil langkah membuat kita bisa untuk terus berjalan tanpa harus berjalan di tempat”.
Nah, jika dibandingkan dengan yang dibawah ini, mungkin akan terasa sedikit berbeda.

sebuah papan yang tadi lebarnya 2 Jengkal dan panjangnya 30 Meter, diletakkan diatas 2 buah bangunan yang tingginya 30 Lantai dari permukaan tanah, dan papan tersebut membentuk sebuah jembatan, dimana jembatan ini dapat digunakan untuk menyebrang dari gedung yang pertama ke gedung yang kedua.

yah, saya yakin pasti saya sendiri juga akan merasa takut untuk melewati jembatan tersebut. yah, rasa takut itu mulai datang. rasa takut yang datang itu bukan karena tidak bisa berjalan, akan tetapi karena terlalu tinggi lah yang muncul dalam pikiran.

yah, takut untuk terjatuh membuat saya sulit untuk melangkah.

padahal lebar dan panjang papan itu sama dengan lebar papan yang digunakan pada jaraknya hanya 1 jengkal dari permukaan tanah.

tapi karena ketinggian, rasa takut mulai muncul. Pikiran mulai bermacam-macam, padahal semua yang dipikirkan belum tentu terjadi.

yah, ketakutan ini membuat saya takut untuk melangkah, atau sulit unuk melangkah.

yah, ketika rasa takut ada, maka keinginan untuk melangkah pasti akan semakin kecil. kecil karena telah ditutup oleh besarnya rasa takut dalam pikiran.

Sekian dan salam untuk catatan tentang rasa takut.

%d blogger menyukai ini: