Comments

Cara Dosen Mengajar

Artikel atau pembahasan kali ini, saya akan membahas tentang bagaimana sih sebagian besar dosen itu mengajar dalam perkuliahan.

*sebagian besar, artinya ada sebagian kecil yang tidak seperti ini

Catatan ini dari pengalaman saya aja, jangan panjang lebar dari pengalaman orang. catatan ini juga bukan secara langsung penjelasannya, tapi sedikit saja pake perumpamaan.

yah, sekarang berbicara menggunakan perumpamaan aja, biar enak juga dibacanya.

Cara Mengajar Dosen ( Sebagian Besar )

Cara mengajar Dosen kepada mahasiswa menurut pengalaman saya, itu seperti dengan seorang Astronot senior yang mengajarkan “bagaimana cara pergi ke Bulan”.

Yah, anggap saja Dosen adalah Astronot, dan anggap saja telah terjadi bencana besar, sehingga semua harus dimuali dari awal. ( anggap saja ).

Dia mengajarkan bagaimana cara ke Bulan, yaitu

1. Menggunakan Pesawat Ulang-Alik
2. Menggunakan Pakaian Astronot ( extravehicular mobility unit )
3. Mungkin Bla-bla-bla-bla.

Yah, anggap saja seperti itu.

Setelah dia menjelaskan bahwa kebulan itu seperti diatas, dia langsung pergi.

yah, terlihat seperti itu, dia tidak menjelaskan bagaimana cara untuk membuat pesawat Ulang-Alik, Pakaian Astronot, dan sebagainya.

Mungkin dia jelaskan, tapi tidak secara praktek ( hanya teori ).

Yah, karena terkadang Berbicara itu lebih mudah dari pada Tindakan.

Oleh sebab itu, semua juga bisa berbicara.

Yah, dia mungkin berbicara bahwa caranya itu pake bahan ini, alat ini, tapi dia tidak jelaskan penyusunannya itu seperti apa, sehingga terkadang astronot ( katakan saja astronot “Mahasiswa” ) yang masih baru, bingung.

Bingungnya dimana?
 yah karena dia tidak tahu, mana yang mau digunakan deluan dan mana yang belakangan.

Ibarat mau Goreng Nasi, mungkin  karena dia masih baru, yang dia masukan pertama itu nasi, baru bawang, setelah itu baru minyak. ( hanya perumpamaan )

Yah, karena tidak dijelaskan bagaimana tahap demi tahap pembuatannya.

yah, mungkin terlihat seperti itu.  atau ada juga nih, perumpamaan yang lain.

Ibarat seperti orang yang mau latihan Motor.

Yah, cara Dosen mengajar itu mungkin terlihat juga seperti ini, perumpamaannya diambil dari cara seorang guru melatih muridnya agar bisa membawa sebuah motor,

Yah, seseorang yang mau latihan motor, diajarkan sama gurunya, tapi yang diajarkan itu seperti ini ( contoh )

1. Starter untuk menghidupkan mesin
2. Gas Untuk Menjalankan Motor
3. Rem Untuk memberhentikan Motor

yah, dia menjelaskan seperti itu. sehingga bagus kalau muridnya ini adalah orang yang sudah tahu naik sepeda, sehingga bisa membuat dirinya seimbang ketika berada diatas motor.

Kalau Tidak?? yah kata orang mampuslah.

kalau ngejelasin seperti itu, sepertinya semua orang bisa, karena seperti yang dikatakan tadi diatas, terkadang bicara itu lebih mudah dari pada prakteknya.

jadi, yah jadi-jadilah.

sebenarnya sih dari perumpamaan yang ini, terkadang itu murid dari guru ini lebih membutuhkan praktek dari teori, karena percuma juga teori tanpa praktek.

Minimal kalau bagus, yah ada teori tapi ditemani juga praktek ( ada praktek ).

tapi praktek yang seperti apa nih, jangan cuma hanya datang terus temani dan lihat aja dia praktek sendiri, minimal dia berada dibelakang siswa tersebut untuk mengatur keseimbangan dari motor itu, sehingga nantinya tidak akan ada siswanya yang jatuh.

yah, itu juga kalau gurunya baik.

Kalau gurunya egois gimana? kalau gurunya egois, yah paling juga di berpikir ” terserah kamu lah, jatuh kan kamu juga yang jatuh dan kalau luka kan kamu juga yang luka  “, minimal saya udah kasi tahu caranya ( caranya doang, bukan prakteknya ).

yah, terdengar dan terlihat serta terbaca seperti itu.

sehingga inilah yang dinamakan “Gaji Makan Buta”, eh salah, yang bener itu “Makan Gaji Buta”.

tapi emang guru itu peduli? yah saya sih g’ tahu yah, tapi sepertinya tidak, soalnya mereka udah g’ punya perasaan lagi ( kayaknya ).

Yah, begitulah kalau hasil dari Profesor yang Membentuk Robot.

Namanya juga Robot, mana punya perasaan. yang penting Libas. sehingga dapat dikatakan “Sekali Libas Nyamuk Tewas” ( kebawa iklan ).

Ok, sekian aja catatan tentang cara Dosen mengajar. Tidak semua sih, mungkin ada beberapa yang manusia, tapi ingat aja baik-baik yah, anda akan lebih banyak mendapatkan Dosen Robot dari pada Dosen manusia.

Tandai itu, yang robot ialah mereka yang tidak memikirkan sesuatu yang namanya perasaan dan asal main libas aja. yang penting Happy.

Sekian, semoga kalau ada yang baca, tidak marah aja. soalnya ini kan hanya sebuah pendapat aja dan di Negara kita ini telah diatur yang namanya Kebebasan Berpendapat.

Jadi, yah jadi-jadi lah.

Sekian Dan Salam Tentang Cara Dosen Mengajar

%d blogger menyukai ini: