Mendapatkan Kematian – Cerita Mimpi

Kali ini aku ingin menulis atau menceritakan tentang cerita mimpi hari kemarin (“Jakarta, 11 Februari 2019”) yang aku lewati tentang mendapatkan kematian atau merasakan gimana rasanya ketika telah mati. Ya, ini adalah cerita mimpi, agar tidak terlewati dan terlupakan, jadi menurutku, aku harus menuliskannya disini.

Mendapatkan Kematian – Jakarta, 12 Februari 2019

Sebelum masuk ke dalam cerita mimpi ini, aku ingin menceritakan awal dari sebuah keinginan hingga akhirnya dapat tercipta sebuah mimpi merasakan gimana berada dalam posisi saat kita sudah tidak berada di dalam dunia ini lagi. Ya, mungkin seperti itu.

Aku tidak tahu, apakah ini pikiran bodoh, pikiran konyol atau anugerah atau semua tentang itu, tapi yang jelas inilah yang sering atau terus menerus terpikirkan di dalam benak ini, aku tidak tahu darimana datangnya, tapi inilah yang terjadi.

Satu kalimat yang sering muncul dalam hati dan pikiran ini yang sering aku katakan kepada diriku sendiri ialah:

“Aku adalah hidup dan kehidupan ada padaku, tidak ada seorangpun yang dapat mengambilnya daripadaku, selain daripada IA yang telah memberikannya padaku.”

Ya, aku tidak tahu, apakah itu adalah pikiran baik atau tidak, konyol atau bodoh atau semua tentang itu, tapi aku bersyukur untuk kalimat tersebut, karena dengan demikianlah aku dapat mengenal siapa diriku yang sesungguhnya, apa yang aku inginkan dan semua tentang itu.

Kalimat tersebut mengajarkanku satu hal, yaitu hal yang dapat aku lakukan untuk membunuh semua keinginanku, ketakutanku, kekhawatirannku dan semua tentang itu.

Saat aku menginginkan sesuatu, sesuatu yang katanya akan membuat hidupku lebih baik, terkadang ketika lagi duduk terdiam atau sementara dalam sebuah perjalan, aku hanya bisa mengingat kalimat tersebut, menutup mataku (“5 detik”) dan melihat diriku dalam diriku, karena dengan demikianlah, apapun itu keinginannya, sangat-sangat menjadi tidak aku inginkan.

Ya, terlihat seperti dan seperti itulah yang terjadi dalam kehidupanku. Semua keinginan yang ada secara tiba-tiba, dengan secara tiba-tiba pula hilang entah kemana dan tak dapat untuk menguasai diriku.

Sama juga dengan ketakutan atau kekhawatiran, saat dimana dunia menertawakanku, menendangku, menjatuhkanku dan seolah-olah menginjakku, saat itulah aku melakukan seperti yang aku lakukan diatas, dan ketika aku telah melakukannya, maka semua pukulan itu sama sekali tidak berarti dalam hidupku.

Ya, itulah yang terjadi dan seperti itulah kenyataannya.

Karena aku berpikir bahwa: ‘Akulah hidup dan kehidupan ada padaku’, satu yang aku inginkan setelah itu ialah Kematian Tubuhku.

Aku ingin melihat, apakah yang akan terjadi setelah aku mati, aku akan kemana setelah itu dan seperti apa aku setelahnya? Ya, itulah pertanyaan yang sering aku tanyakan dari kalimat yang sering terucap, terpikir dalam hati dan pikiran ini, akan tetapi kadang-kadang pula, aku takut untuk mati. Ya, itulah anehnya aku.

Sehingga dari sekian lama waktu yang aku lewati, aku tidak tahu apakah aku terjebak atau terperangkap atau beruntung atau sesuatu tentang itu pada kata-kata tersebut, tapi mungkin dari keinginan untuk mati itulah mimpi ini datang (“mungkin”), mimpi dimana aku merasakan gimana rasanya kalau aku sudah mati.

Tepat kemarin malam aku bermimpi bahwa aku mati, tapi ketika aku terbangun di pagi hari, aku tidak mengingatnya, aku hanya mengingatnya ketika sudah mulai sore dan disitulah aku ingat, bahwa semalam aku bermimpi kalau aku mati dan disitulah kejelasan dari mimpi ini aku dapatkan.

Aku tidak terlalu ingat jelas kenapa aku bisa mati, tapi yang jelas aku sadar bahwa aku sudah mati. Jiwaku sudah tidak berada pada tubuhku dan yang aku lihat ialah kegelapan di tempat dimana aku berada.

Didepanku aku melihat 500th setelah aku mati (“Lebih tepatnya 500th lebih beberapa tahun”), aku melihat sebuah tempat yang sangat indah, aku tidak tahu apakah itu bumi atau sebuah tempat yang lain, tapi yang jelas aku akan berada disana setelah kematian ini. Tempat itu terlihat seperti sebuah kota yang sangat besar dan waktuku akan sangat singkat untuk sampai disana setelah kematian ini.

Ya, itulah yang terlihat dan seperti itulah kenyataannya.

Satu yang aku ingat ialah aku tidak tahu, aku akan lahir dari ibu yang mana, tapi yang jelas dan yang terasa ialah wanita tersebut adalah random dan tidak pasti bahwa Ibuku yang sekaranglah yang akan menjadi Ibuku di kehidupanku tersebut.

Ya, saat ini aku sudah mati tapi aku masih merasakan kehidupan, karena aku masih hidup di dalam kematianku ini, aku masih bisa merasakan dan melihat dunia yang aku tinggalkan dibelakangku, merasakan gelepan ditempat dimana rohku berada dan melihat kedepan sebuah tempat yang jaraknya 500th lebih beberapa tahun dari waktu aku mati.

Ya, seperti itulah dan itulah yang terjadi atau kenyataannya.

Hatiku tiba-tiba terasa sakit, bukan karena aku takut mati pada waktu ini, tapi aku merasakan bahwa aku telah meninggalkan harta ku paling berharga dan yang tak ternilai begitu saja dikehidupanku yang sekarang dan yang tidak akan dapat aku temukan di kehidupanku yang telah aku lihat berada di depanku.

Ya, hanya butuh waktu sedikit saja untuk sampai disana dan itu bisa tidak terasa akan langsung berada disana. Tapi aku masih teringat akan hartaku satu-satunya di dunia ini.

Ya, pada waktu ini, yang teringat jelas ialah: Ibuku, Sosok seorang Ibu yang tidak dapat aku temukan di 500th lebih yang ada didepanku. Aku tidak melihatnya dan aku rasa aku tidak ingin untuk tidak melihatnya lagi.

Sehingga ketika aku meraskannya, aku melihat bahwa dibelakangku, aku meninggalkannya sendiri dan aku melewatkannya begitu saja, seolah-olah kehidupan itu telah pergi dan aku rasa aku tidak harus melakukannya, sekalipun di 500th yang akan datang itu lebih baik dari kehidupanku sekarang, tapi setidaknya kehidupan sekarangku itulah yang paling baik.

Ketika aku merasakan bahwa aku telah mengingat Ibuku yang aku tinggalkan yang tidak akan aku temukan di kehidupan-kehidupanku selanjutnya, akhirnya aku memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalananku, aku kembali kebelakang dan saat itulah aku tersadar di dunia nyataku.

Ya, itulah cerita dari perjalananku melewati mimpi dalam merasakan kematian tubuh. Semua yang tertulis adalah semua yang terlihat dan yang dirasakan, tidak ada yang lebih dan tidak ada yang kurang, semuanya seperti itu.

Sekian dan salam untuk cerita kehidupan dan/atau cerita mimpi ini.