Sampai “Nanti” Cerita

Kali ini aku ingin menulis catatan ini, catatan terakhir sampai dimana batas waktu yang tak ditentukan untuk menulis kembali cerita pada blog ini. Yah, mungkin setahun, 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun, atau kapanpun pun itu waktunya yang tepat, ketika waktu itu sendiri telah berpihak padaku.

Sampai “Nanti” Cerita – Jakarta, 29 Mei 2018

Aku tidak tahu kenapa aku ingin melalukan hal ini, tapi “Terkadang aku harus melakukan sesuatu yang katanya tidak baik untuk sesuatu yang baik menurutku”. Ya, selama ini aku terlalu egois, sampai-sampai semua cerita¬†yang tidak begitu berarti harus kutuliskan pada blog ini. Aku hanya memikirkan apa yang aku mau dan menuliskan apa yang aku inginkan, sampai-sampai aku lupa bahwa blog ini juga butuh waktu untuk beristirahat. Yah, mungkin seperti itu.

Banyak cerita yang telah terlewatkan dan telah tertulis dalam blog ini, entah itu cerita kehidupan, cerita mimpi maupun tentang persaan ini. Semua yang tertulis adalah sebuah kenyataan yang telah aku lewati atau jalani atau lalui, semua yang mungkin berasal dari sebuah kenyataan atau sesuatu tentang sesuatu yang muncul dalam benak ini.

Aku tak pernah atau sedikitpun mau untuk mengarang semua cerita yang ada, karena semua yang ada dalam setiap catatan yang tertulis disini adalah semua yang mengungkapkan tentang diriku sendiri. Ya, semuanya dan itulah cerita-cerita aneh yang sama sekali tidak ada gunanya, tapi tujuanku hanya satu, yaitu agar dapat kubaca kembali di lain waktu yang akan datang, tentang “Betapa Bodohnya Aku”.

Terima kasih Blog, terima kasih buat waktu ini, terima kasih karena telah mau menampung semua ceritaku. Satu janjiku ialah engkau tak akan pernah hilang, sampai dimana aku kembali dan menulis tinta kehidupanku dalam putihnya kertasmu atau sampai dimana sebelum semua itu terjadi, aku telah hilang atau telah kembali ke tempat dimana aku harusnya berada.

Saat ini aku hanya menunggu waktu yang katanya masih tak berpihak padaku, entah kapan ia akan berpihak padaku, tapi aku sama sekali tak peduli padanya, sekalipun ia tak berpihak padaku sampai pada akhirnya, aku akan tetap bersyukur untuk waktu ini, yang telah memberikan apa yang ia miliki padaku hingga akhirnya aku dapat melaluinya sampai pada waktu sekarang.

Sampai jumpa kawan, waktu akan membuat aku menuliskan ceritaku lagi padamu.

Sekian dan salam untuk catatan ini, untuk catatan kehidupan terakhir sampai pada batas waktu yang tak ditentukan.