Love And Money

Kali ini aku ingin menulis sebuah catatan tentang Cinta dan Uang atau sesuatu yang ada hubungannya dengan Cinta dan sesautu yang mungkin berkaitan pula dengan yang namanya Uang. Aku tidak tahu apakah ini penting atau tidak, tapi tadi waktu dalam perjalananku, hal ini muncul dalam benakku dan seolah-olah mengajakku untuk menulisnya.

Love And Money – Jakarta, 4 Desember 2018

Aku tidak terlalu tahu tentang perbedaan dari 2 kata ini, tapi jika dipikir-pikir, ini ada hubunganya dengan sesuatu yang namanya keinginan dan sesauatu yang tidak ada kaitannya dengan hal tersebut.

Aku adalah seorang blogger, developer atau programmer, penulis, pembuat tutorial dan semua yang berkaitan dengan hal tersebut. Banyak hal yang telah aku lakukan dan banyak hal pula yang telah aku lewati. Ya, semuanya kulakukan dan kulewati tanpa aku sadari akan sesatu yang namanya cinta.

Sebagai seorang YouTuber pembuat tutorial, aku melakukannya untuk sesauatu yang namanya uang, sebagai seorang penulis blog, aku melakukannya juga demi uang, sebagai seorang developer atau programmer, aku melakukannya juga untuk uang dan semua yang telah aku lakukan, sebagian besar semuanya untuk uang.

Terkadang aku bertanya dalam diamnya diri ini, apakah sepenting itukah uang, sampai-sampai tidak ada cinta yang dapat aku berikan kepada apa yang aku lakukan, hingga akhirnya ketika apa yang aku ingin tidak aku dapatkan, aku sudah mulai merasakan kelelahan, aku sudah mulai merasa jenuh, karena apa yang aku ingin sulit untuk aku dapatkan. Ya, semuanya tentang uang.

Berulang aku mencoba untuk menghilangkan kekhawatiranku tentang uang dan aku berhasil melakukannya, tapi dilain sisi aku masih terlihat munafik, karena semua yang telah aku sebutkan diatas, yaitu apa yang aku lakukan hanya karena sesuatu yang namanya uang.

Hari ini atau saat ini dan beberapa saat yang pernah terjadi di saat yang lalu ialah aku sempat merenung akan betapa menyedihkannya hati ini dan betapa kasihannya aku pada blog yang telah aku buat dan begitu juga dengan channel YouTube yang telah berdiri sampai sekarang, mereka ada hanya karena napsuku, napsu yang ada padaku untuk meraih sesuatu yang namanya uang.

Setelah uang itu kudapatkan, aku menggunakannya untuk hal yang tak penting dan tak pernah kupakai untuk merawat mereka. Sungguh, aku benar-benar egois dan aku memang orang yang egois, yang tidak tahu bagaimana cara untuk berterimakasih.

Saat ini atau untuk saat yang akan datang, catatan ini akan tetap ada dan tak akan pernah hilang, catatan ini akan membuatku berpikir bahwa cintalah yang sesugguhnya atau sebenarnya aku harapkan terjadi dalam setiap apa yang aku lakukan.

Aku ingin melakukannya dengan cinta, bukan dengan alasan. Aku ingin agar apa yang aku lakukan bukan untuk sesuatu yang namanya alasan, tapi karena cinta. Memang alasan pasti ada dan harus ada, tapi setidaknya cintalah yang perlu untuk diutamakan dalam apapun yang dilakukan, karena aku rasa dengan cinta, semuanya tak akan pernah berakhir dengan sia-sia.

Sekian dan salam untuk catatan kehidupan ini.